✔ 12 Strategi Branding yang Bisa Bikin Bisnis Anda Naik Level

Strategi branding adalah rencana terstruktur untuk membentuk persepsi publik terhadap sebuah merek.

Manfaat strategi branding lebih dari meningkatkan penjualan, melainkan membuat bisnis bertahan di tengah persaingan.

Banyak perusahaan atau UMKM tidak memiliki rencana jangka panjang untuk merek mereka. Alhasil, produknya sudah ada, tetapi kepercayaan konsumen belum terbentuk.

Nah, di artikel ini Publikasimedia akan menjelaskan strategi praktis untuk membuat merek Anda naik kelas dan makin dipercaya.

Strategi Branding untuk Produk Baru Supaya Dikenal dan Diingat

Jadi, hal apa saja yang harus dilakukan supaya upaya branding sukses?

1. Tonjolkan Keunggulan Produk yang Membuat Brand Anda Berbeda

Produk akan sulit bersaing jika tidak punya keunikan karena konsumen butuh alasan jelas untuk memilih satu brand dibanding brand lain.

Itulah kenapa Anda harus merumuskan unique selling point (USP). Caranya, cari tahu apa yang membuat produk Anda berbeda. Bisa dari bahan, fitur, harga, atau pelayanan.

Komunikasikan keunggulan ini terus-menerus di semua saluran, baik postingan media sosial, kemasan produk, atau saat promosi.

Usahakan konsumen melihat produk Anda bukan cuma beda kulit, tetapi ‘sama saja’ dengan kompetitor. Seperti kata kutipan populer Seth Godin, “Jangan berbeda hanya untuk menjadi berbeda. Jadilah berbeda untuk menjadi lebih baik.”1

2. Perkuat Cerita Brand lewat Storytelling

Havas melaporkan bahwa 77% konsumen lebih suka membeli produk dari perusahaan yang memiliki value yang sama.2 Jadi, Anda hanya perlu membuat pesan yang beresonansi.

Salah satu caranya adalah melalui storytelling. Buatlah cerita yang menyentuh emosi dari visi bisnis, proses produksi, atau berdasarkan value yang Anda pegang.

Sebagai contoh, produk kopi lokal bisa bercerita tentang peran para petani di balik setiap biji kopinya. Pada akhirnya, konsumen tidak hanya membeli produk Anda, tetapi juga terhubung dengan perjalanan brand Anda.

3. Manfaatkan Testimoni & Ulasan Pelanggan

Testimoni adalah bentuk social proof yang datang langsung dari konsumen. Di era sekarang, testimoni penting karena 46% orang cenderung percaya pada ulasan online seperti rekomendasi teman.3

Berikut langkah praktis untuk memanfaatkannya:

  • Minta ulasan secara proaktif dengan proses semudah mungkin, misalnya mengirim tautan langsung ke halaman Google Review.
  • Cara lainnya, pamerkan testimoni terbaik di halaman depan website, bagikan ke media sosial, atau cetak kutipanya di kemasan produk Anda.

Makin banyak bukti sosial yang Anda tunjukkan, makin besar peluang calon konsumen untuk percaya, lalu membeli.

4. Publikasi di Media Lewat Press Release

Bagi sebuah brand yang ingin naik kelas, tampil di media kredibel adalah jalan pintas untuk membangun otoritas.

Liputan media memberi validasi yang sulit ditandingi iklan. Produk Anda jadi terlihat lebih serius, profesional, dan kredibel.

Mau tahu cara termudahnya? Distribusikan press release ke media-media.

Tulis press release saat meluncurkan produk, mencapai milestone, atau membuat inovasi baru, kemudian kirimkan ke media online yang relevan.

Jika butuh bantuan, Publikasimedia menyediakan akses ke 100 lebih media lokal dan nasional untuk menerbitkan press release Anda.

Setelah brand Anda muncul di portal berita ternama, konsumen akan lebih percaya karena merasa produk Anda sudah diakui publik.

5. Gandeng Influencer atau Komunitas Relevan

Strategi branding berikutnya adalah menjangkau audiens lewat influencer dan komunitas.

Pertama, influencer punya kedekatan dengan audiensnya. Jadi, Anda meminjam trustworthiness terhadap si influencer.

Pertanyaanya, bagaimana kalau tidak punya cukup budget untuk menggandeng influencer besar?

Tidak perlu khawatir. Pilih saja nano atau micro-influencer (10.000 – 50.000 pengikut). Meski lingkupnya kecil, tetapi tingkat interaksi audiens mereka cenderung tinggi.4

Selain itu, coba juga kolaborasi komunitas. Sebuah produk bisa lebih cepat mendapat trust jika dikenalkan lewat lingkaran komunitas tertentu.

Contohnya, bagi pengembang indie game, komunitas gamer adalah kolam yang efektif untuk memperkenalkan game mereka.

6. Lakukan Aktivasi Merek di Lapangan

Branding tidak hanya dilakukan secara digital. Aktivasi offline juga menjadi strategi branding penting untuk memberi pengalaman langsung kepada konsumen.

Alasannya karena interaksi dapat menciptakan hubungan nyata yang tidak tergantikan oleh pengalaman digital. Contoh kegiatan aktivasi merek di lapangan antara lain membuat pop-up booth, demo produk, terlibat dalam event, sponsorship, dll.

Bambam Kingdom melakukan aktivasi di Indonesia Gaming Week 2025 mengajak pengunjung main board game. Sumber: Instagram.com/bambamkingdom

Kunjungan langsung ke sebuah pop-up booth atau mencoba demo produk akan lebih berkesan dan sering kali mendorong pembelian.

7. Bangun Konten Edukatif

Jangan cuma jualan. Buat juga konten yang membantu konsumen, misalnya tips, tutorial, atau inspirasi gaya hidup yang relevan dengan produk Anda. Format kontennya bebas, disesuaikan dengan di mana target audiens Anda berkumpul:

  • Artikel blog,
  • Video pendek,
  • Podcast,
  • Webinar,
  • Email newsletter.

Strategi pemasaran konten akan sangat berguna untuk membangun otoritas serta kepercayaan pasar. Selain itu, konten juga memposisikan brand Anda sebagai expert di bidangnya, bukan sekadar penjual.

Menurut HubSpot, 47% pembeli melihat 3–5 konten brand sebelum memutuskan membeli.5 Artinya, konten saat ini bukan lagi sekadar tambahan, tetapi sebaiknya menjadi bagian utama dari strategi branding.

8. Terapkan Strategi Omnichannel

Omnichannel adalah integrasi semua saluran komunikasi bisnis untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten secara terpadu.

Ini penting karena perjalanan konsumen modern tidak lagi linear. Maksudnya, mereka bisa menemukan brand Anda dari berbagai macam saluran komunikasi. 

Oleh karenanya, pastikan brand hadir di berbagai saluran dengan pesan yang konsisten. Tujuannya supaya konsumen bisa menemukan produk di mana saja tanpa kehilangan identitas brand Anda.

9. Tawarkan Kolaborasi atau Co-Branding

Kolaborasi dengan merek lain yang memiliki target audiens serupa tetapi tidak bersaing secara langsung dapat menjadi strategi branding cerdas.

Cara ini akan membuat brand Anda lebih cepat dikenal, sekaligus mendapat nilai tambah. Kuncinya pilih partner brand yang relevan. 

Brand Tanah Air yang pernah menjalankan strategi branding ini contohnya Tehbotol Sosro. Melali kampanye #LocalsUnite, mereka berkolaborasi dengan berbagai merek lokal, dari merek makanan, minuman, fesyen, seni, dll.6

Kedua belah pihak saling memperkuat value dan akhirnya mendapat audiens baru dari hasil kolaborasi tersebut.

10. Bangun Kredibilitas dengan Sertifikasi & Penghargaan

Validasi resmi dari pihak ketiga yang berotoritas adalah social proof lain yang tidak terbantahkan.

Jika relevan, daftarkan produk Anda untuk sertifikasi dan pamerkan logonya tersebut di website dan kemasan. Logo BPOM, Halal, atau ISO secara signifikan meningkatkan kepercayaan konsumen

Lakukan juga saat Anda memenangkan penghargaan di industri. Pencapaian ini bisa menjadi materi promosi yang sangat kuat dalam strategi branding

11. Jalankan Program Loyalitas Konsumen

Menarik pelanggan baru memang penting, tetapi biaya akuisisinya bisa 5 – 25 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan mempertahankan yang lama.7

Lantas, bagaimana cara mempertahankan para pelanggan yang tepat? Salah satunya dengan program loyalitas, misalnya diskon repeat order, poin reward, atau referral bonus.

Program ini membuat para pelanggan setia merasa dihargai dan mendorong mereka untuk membeli lagi, bahkan membantu merekomendasikan produk ke orang lain.

12. Pantau & Evaluasi Brand Secara Berkala

Pada akhirnya, strategi branding bukan pekerjaan sekali jadi lantaran pasar terus berubah. Anda harus menjalankan ini secara konsisten serta beradaptasi strateginya seiring waktu.[8]

Lakukanlah evaluasi dan ambil keputusan berdasarkan data, bukan asumsi. Gunakan KPI (Key Performance Indicator) untuk mengukur perkembangan brand, mulai awareness, engagement, hingga konversi penjualan.

Dari situ, Anda bisa mengantongi insight berharga untuk memperbaiki strategi branding, seperti mencoba format konten baru atau cara promosi yang berbeda.

Jalankan Strategi Branding Anda!

Kesimpulannya, branding yang efektif bukan hanya soal logo atau nama yang catchy. Itu penting, tetapi branding juga bertujuan untuk memperkuat posisi di pasar dan membangun kepercayaan konsumen, bukan?

Maka dari itu, brand membutuhkan strategi branding di atas sebagai rencana jangka panjangnya.

Seperti yang kami katakan di poin terakhir, branding harus konsisten. Makin sering Anda hadir di hadapan konsumen dengan citra yang kuat, makin cepat brand Anda dikenal dan diingat pasar.

Referensi (terakhir diakses pada 30/9/2025):

  1. Kutipan Seth Godin. https://www.goodreads.com/quotes/908407-don-t-be-different-just-to-be-different-be-different-to ↩︎
  2. Laporan Havas. https://havas.cz/en/meaningful-difference-en/77-consumers-buy-brands-who-share-their-value/ ↩︎
  3. Local Consumer Review Survey 2023 (BrightLocal). https://www.brightlocal.com/research/local-consumer-review-survey-2023/ ↩︎
  4. Perbandingan engagement rate influencer. https://thesocialcat.com/blog/influencer-marketing-report ↩︎
  5. Top Marketing Trends HubSpot 2025. https://blog.hubspot.com/marketing/marketing-trends ↩︎
  6. Kampanye Locals Unite dari Tehbotol Sosro. https://localsunite.co.id/local-brands/ ↩︎
  7. Biaya akuisisi pelanggan baru. https://hbr.org/2014/10/the-value-of-keeping-the-right-customers ↩︎