Sebelumnya Publikasimedia telah menjelaskan tentang contoh artikel soft news, yang salah satu kelebihannya adalah bisa memuat konten evergreen.
Jika selama ini Anda rajin memposting konten, tetapi performanya selalu stuck atau menurun drastis seiring waktu, mungkin Anda belum menerapkan strategi ini.
Nah, untuk memahami konsep, manfaat, dan cara membuatnya, langsung saja simak penjelasan singkat kami berikut ini.
Konten Evergreen Itu Apa?
Konten evergreen adalah jenis konten yang tidak pernah basi dimakan waktu atau fokus topiknya relatif minim perubahan dalam jangka panjang.
Anda bisa menulis artikel hari ini, lalu orang masih relate saat membacanya 6 bulan lagi, 1 tahun lagi, bahkan 5 tahun lagi.

Artinya, konten tersebut dapat terus mendatangkan pengunjung ke website secara konsisten, tanpa Anda harus terus-menerus membagikannya ke media sosial.
Ciri-ciri konten evergreen antara lain:
- Tetap relevan dari waktu ke waktu.
- Tidak kedaluwarsa atau ketinggalan dari tren.
- Tetap bermanfaat bagi pembaca meskipun sudah diposting lama.
Proses produksinya memang membutuhkan investasi waktu atau biaya yang tinggi, tetapi dampaknya sangat powerful, dari traffic yang berkelanjutan, ranking SEO lebih tinggi, hingga menjadi nilai tambah di mata audiens.
Apa Perbedaan Antara Konten Evergreen dan Konten Trending?
Perbedaan utamanya terletak pada masalah yang diselesaikan.
Konten yang evergreen biasanya menyelesaikan masalah yang selalu ada dari waktu ke waktu, sedangkan konten trending hanya bertahan selama topik tersebut masih menjadi bahan perbincangan hangat.
Contoh konten evergreen misalnya artikel kami tentang backlink gratis yang sudah terbit sejak beberapa tahun lalu, tetapi informasinya masih relevan bagi pembaca hingga kini. Artikel tersebut menyumbangkan traffic berkualitas tanpa tergerus tren, meskipun perlu diperbarui secara berkala agar isinya tetap valid.

Sebagai gambaran, di bawah ini adalah perbandingan grafik popularitas Google Trends antara topik yang bersifat evergreen dan konten trending:
Topik A

Topik B

Popularitas pencarian topik A terlihat lebih stabil, bukan? Itulah maksud evergreen.
Lantas, apakah artinya konten evergreen mesti lebih diutamakan?
Ya, dalam strategi SEO dan untuk meningkatkan brand authority, Anda wajib memprioritaskan konten evergreen.1 Posting artikelnya di blog sebagai fondasi utama, sementara konten trending digunakan sebagai booster untuk memanfaatkan momentum sesaat.
Jenis-Jenis Konten Evergreen & Contoh Topiknya
Mengutip Copyblogger, setidaknya ada empat jenis format konten evergreen yang terbukti memberikan hasil jangka panjang.2 Berikut penjelasan beserta contoh ide kontennya:
Data & Studi Kasus
Konten berbasis data hasil riset atau pengalaman nyata itu mahal nilainya karena sulit ditiru. Contoh:
- Survei atau penelitian sendiri: “Survei Gaji Rata-Rata Desainer Grafis di Indonesia Tahun 2026.”
- Koleksi statistik data statistik dari berbagai sumber: “100 Data Statistik Terbaru Pengguna Internet Indonesia.”
- Studi kasus success story: “Bagaimana Toko Kopi X Meningkatkan Omzet 200% dalam 3 Bulan.”
- Studi Kasus kegagalan: “Analisis Bangkrutnya Brand Fashion Y: 5 Kesalahan Fatal Manajemen.”
- Membedah satu statistik penting secara mendalam: “Hanya 10% Gen Z yang Punya Dana Darurat: Apa Dampak Jangka Panjangnya?”
Panduan Cara/Tutorial
Ide konten evergreen klasik adalah artikel tentang cara memecahkan masalah langkah demi langkah. Contoh:
- Panduan untuk pemula: “Panduan Belajar Saham dari Nol untuk Pemula.”
- Panduan untuk mahir: “Teknik Color Grading Sinematik Menggunakan DaVinci Resolve”
- Checklist sebelum melakukan suatu hal: “Checklist Persiapan Sebelum Road Trip Jarak Jauh.”
- Panduan proses jangka panjang: “Jadwal Latihan Lari Maraton Selama 6 Bulan.”
- Edukasi cara memilih produk: “Cara Memilih Laptop Gaming Sesuai Budget.”
Konten Listicle Daftar Kurasi
Anda juga bisa menampilkan daftar hal-hal terbaik agar pembaca bisa memilih atau mendapatkan inspirasi tanpa repot-repot riset sendiri. Contoh:
- Daftar yang memancing kreativitas: “50 Ide Konten TikTok untuk Bisnis Kuliner.”
- Tools gratis dan berbayar: “10 Aplikasi Manajemen Waktu Terbaik untuk Freelancer.”
- Daftar tokoh di industri tertentu: “20 Pakar SEO Indonesia yang Wajib Anda Follow di LinkedIn.”
- Rekomendasi produk untuk tujuan tertentu: “7 Buku Self-Improvement yang Akan Mengubah Pola Pikir Anda.”
- Daftar kesalahan yang sering dilakukan orang: “7 Kesalahan dalam Penulisan Press Release Menurut Jurnalis.”
Konten Ensiklopedia
Jenis konten ini dapat berisi penjelasan tentang semua yang perlu diketahui pembaca terkait suatu topik untuk menjadi rujukan bagi pemula. Contoh:
- Menceritakan asal-usul sesuatu: “Sejarah Humas Lengkap & Perkembangannya dari Masa ke Masa.”
- Kumpulan tips dari ahli: “Rahasia Kulit Sehat dari Dokter Kulit Terkenal.”
- Do’s and don’ts dalam melakukan sesuatu: “8 Do’s & Don’ts dalam Manajemen Krisis PR Perusahaan.”
- Penjelasan definisi istilah-istilah sulit. “Apa Itu Backlink, Kenali Jenisnya & Cara Mendapatkannya”
Dari contoh di atas, Anda bisa melihat bahwa konten evergreen tidak melulu harus berupa tutorial, tapi bisa juga berupa data, opini ahli, atau sejarah yang dikemas secara menarik.
Mengapa Anda Perlu Berinvestasi pada Konten Evergreen?
Pada akhir 2026, PressReader Business memprediksi konsumsi konten non-berita akan melampaui konten berita, mencakup setidaknya 55% dari total waktu audiens.3
Berdasarkan data di atas, tidak ada alasan lagi untuk menunda berinvestasi pada konten evergreen. Berbagai manfaat yang bisa Anda dapatkan antara lain:

Lalu Lintas Organik yang Stabil
Berbeda dengan konten tren yang melonjak lalu hilang, traffic konten evergreen mungkin akan mengalami pasang surut, tetapi akan konsisten selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah dipublikasikan.
ROI yang Tinggi
Dari segi bisnis, konten yang evergreen menawarkan ROI terbaik karena biaya akuisisi pengunjung terus menurun seiring waktu.
Anda cukup membuat konten sekali dan hanya butuh pembaruan minimal seperti statistik atau link terbaru untuk tetap mendatangkan hasil.
Peningkatan Brand Authority & Trust
Dengan menyajikan panduan mendalam atau solusi atas masalah yang dialami audiens, brand Anda akan dianggap sebagai sumber informasi yang tepercaya. Hal ini dapat membangun kredibilitas bisnis jangka panjang.
Magnet Backlink Alami
Artikel glosarium, panduan dari ahli, atau kumpulan statistik berpeluang menjadi rujukan bagi website lain. Akumulasi backlink ini berguna untuk mendongkrak authority bisnis Anda di mata mesin pencari.
Memperkuat SEO Jangka Panjang
Di samping backlink, konten yang bermanfaat bagi pembaca menjadi fondasi SEO modern yang lebih penting. Alasannya karena mesin pencari akan memprioritaskan konten yang terus dibaca dan dibagikan dalam waktu lama sebagai sinyal kualitas tinggi.4
Strategi Membuat Konten Evergreen yang Berdampak
Setelah paham konsepnya, sekarang kami akan memandu Anda untuk membuat konten evergreen yang benar-benar berdampak dan akan selalu relevan bagi pembacanya:
1. Pilih Topik Bernilai Tinggi
Penulisan konten SEO umumnya dimulai dari riset keyword. Namun, jika ingin membuat konten yang evergreen, jangan berfokus pada volume tinggi saja.
Cari ‘pertanyaan abadi’ atau masalah yang sering dihadapi pelanggan di industri.
Selain itu, pilihlah long-tail keyword dengan volume pencarian yang stabil.
Bila perlu kumpulkan data wawasan konsumen dengan tool khusus agar tahu apa yang sebenarnya mereka butuhkan. Jadi, riset keyword-nya bukan dilakukan berdasarkan kira-kira saja.
2. Struktur yang Ramah SEO
Tips dari GWI,5 konten evergreen harus skimmable(mudah dibaca sekilas) dan terstruktur rapi. Topik yang bagus bisa saja gagal jika struktur artikelnya berantakan.
Bagaimana struktur yang baik?
- Pastikan paragrafnya pendek-pendek dan memiliki heading yang jelas untuk memandu pembaca.
- Kemudian dari sisi technical SEO, kode schema markup harus sesuai jenis artikel. Ini membantu isi konten muncul di hasil rich snippets Google.
- Penulisan URL juga harus clean. Jangan masukkan tanggal atau tahun di URL untuk memudahkan Anda melakukan update konten di masa depan, tanpa harus mengubah link.
3. Perkaya Konten dengan Consumer Insights
Supaya tidak cepat basi, peryaka artikel Anda dengan data mengenai wawasan konsumen terbaru. Tujuannya untuk memberi sinyal kepada pembaca dan Google bahwa meskipun topiknya dasar, isinya relevan dengan kondisi pasar saat ini.
Bagi bisnis, khususnya segmen B2B, data wawasan konsumen pasti dibutuhkan dan dicari. Informasi ini membedakan konten yang biasa-biasa saja dengan konten berkualitas tinggi.
4. Menulis untuk ‘Masa Depan’
Saat menulis, bayangkan pembaca yang akan menemukan artikel Anda 6 bulan atau 1 tahun lagi. Oleh karena itu, hindari kata-kata yang terikat waktu seperti “baru-baru ini”, “kemarin”, atau “tahun ini”.
Jika Anda membahas topik yang core-nya cepat berubah, misalnya teknologi, maka Anda harus siap berkomitmen untuk sering memperbarui isi artikel.
5. Lakukan Audit Rutin
Berkaitan dengan kalimat sebelumnya, konten evergreen tetap butuh pembaruan rutin supaya selalu relevan dan segar, bukan “terbitkan, lalu lupakan.”
Saran pengecekan rutin minimal 3 bulan sekali. Cek beberapa hal berikut:
- Apakah pengunjungnya mulai turun?
- Apakah ada data yang sudah basi?
- Apakah CTA di dalam artikel masih sesuai dengan tujuan bisnis Anda saat ini?
6. Berikan Dorongan Awal yang Kuat
Faktor ranking SEO itu banyak. Konten yang bagus sekalipun belum tentu masuk halaman 1 Google, tanpa optimasi faktor lain.
Dari sisi off-page, salah satu strategi yang bisa Anda upayakan adalah dorongan di awal berupa:
- Internal Linking: Tautkan artikel baru Anda di halaman-halaman website yang sudah memiliki traffic tinggi dan topiknya berkaitan.
- Promosi Berulang: Bagikan ke media sosial, newsletter, atau lewat publikasi media.
- Pecah Konten: Re-purpose ke platform lain menjadi konten-konten terpisah seperti kutipan, statistik, atau infografis.

Konten Evergreen Sebagai Investasi Jangka Panjang
Di Publikasimedia sendiri, kami juga berinvestasi pada konten-konten yang topiknya tidak mudah ketinggalan tren.
Konten evergreen seperti ini menjadi aset jangka panjang untuk strategi SEO maupun brand authority. Dengan memilih topik abadi, menulis konten yang berkualitas, serta memperbarui secara berkala, sebuah konten bisa terus mendatangkan traffic dan konversi.
Namun, implementasi strategi ini tidak hanya terbatas pada artikel blog, tetapi efektif diterapkan dalam publikasi media oleh humas/PR.
Alih-alih hanya menerbitkan press release saat peluncuran produk, brand bisa mulai menerbitkan artikel edukatif atau panduan informatif di media. Dengan cara ini, jejak digital brand akan menempel pada topik-topik yang terus dicari orang bertahun-tahun mendatang.
Untuk membantu Anda mengeksekusi strategi tersebut, Publikasimedia menyediakan akses distribusi press release ke lebih dari 100 media online nasional maupun lokal. Silakan hubungi kami untuk konsultasi lebih lanjut.
Referensi (terakhir diakses pada 15/1/2026):
- Konten evergreen prioritas, sedangkan konten trending sebagai booster. https://ceralytics.com/evergreen-vs-trending-content/ ↩︎
- Jenis-jenis konten evergreen. https://copyblogger.com/evergreen-content/ ↩︎
- Prediksi kebiasaan konsumen dalam mengonsumsi berita. https://about.pressreader.com/2026-year-of-intentional-media/#:~:text=Prediction,1 ↩︎
- Mesin pencari memprioritaskan konten berkualitas tinggi. https://avengering.com/en/seo-in-2026-mastering-the-next-generation-of-search/ ↩︎
- Konten artikel evergreen yang baik harus skimmable. https://www.gwi.com/blog/evergreen-content-strategy ↩︎