Reputasi adalah persepsi atau pandangan publik terhadap kualitas, integritas, serta perilaku seseorang atau organisasi yang terbentuk dari waktu ke waktu.
Bagi sebuah perusahaan, reputasi dibutuhkan untuk membangun kredibilitas jangka panjang dan memenangkan hati pasar.
Pada 2022 lalu, sebuah survei menunjukkan bahwa sekitar 67% konsumen Indonesia melakukan riset secara online sebelum mereka bertransaksi.1 Itulah mengapa perusahaan wajib membangun reputasi supaya ditemukan konsumen dalam konteks yang positif.

Sebagai panduan awal, di artikel ini, Publikasimedia akan menjelaskan kepada Anda tentang bagaimana cara membangun reputasi perusahaan secara efektif dan konkret.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Reputasi Perusahaan

Reputasi tidak terbentuk begitu saja. Seperti yang kami sampaikan tadi, ini merupakan akumulasi dari berbagai faktor dalam kurun waktu tertentu. Mengutip Indeed2, beberapa faktor penentunya meliputi:
- Layanan pelanggan,
- Kualitas produk/jasa,
- Strategi pemasaran,
- Perlakuan terhadap karyawan,
- Kinerja finansial perusahaan,
- Dampak lingkungan,
- Budaya perusahaan,
- Program CSR,
- Privasi pelanggan,
- Keberagaman dan inklusi.
Setelah mengetahui faktor-faktor di atas, mulailah susun strateginya.
Cara Membangun Reputasi Perusahaan & Mempertahankannya

Berikut adalah delapan cara, yang menurut Jamie Johnson3 bisa Anda lakukan untuk membangun dan mempertahankan reputasi positif perusahaan:
1. Selalu Tepati Janji
Kepercayaan tumbuh dari janji yang selalu ditepati, baik secara eksplisit seperti kontrak maupun implisit dalam bentuk materi pemasaran.
Contohnya, janji pengiriman barang tepat waktu, kualitas layanan, garansi, dll. Konsistensi dalam memenuhi komitmen tersebut akan memupuk reputasi positif.
Celeste Bell via Forbes4 mengatakan, “Membangun kepercayaan menuntut pemimpin untuk mendengarkan, membuat rencana, menyelaraskan, lalu bertindak sesuai janji tersebut.”
Jika sekali saja berani melanggarnya, Anda sedang meruntuhkan reputasi dengan tangan sendiri.
2. Hargai Interaksi Positif Pelanggan
Pelanggan setia itu aset berharga perusahaan. Jadi, alih-alih terlalu fokus menangani komplain, beri penghargaan kepada pelanggan yang telah melakukan interaksi positif.

Coba lakukan hal sederhana seperti mengucapkan terima kasih atau membuat program loyalitas, yang mana dapat memperkuat hubungan emosional untuk memperkuat loyalitas mereka.
3. Lampaui Ekspektasi Mereka
Ada satu cara membangun reputasi perusahaan yang cukup populer, yakni underpromise and overdeliver.5 Prinsipnya sederhana, yakni memberikan janji realistis, lalu memberikan lebih dari yang diekspektasikan.
Intinya, jangan hanya berhenti pada apa yang pelanggan minta. Lakukanlah hal-hal yang tidak mereka duga. Contohnya, menawarkan layanan gratis di awal sebelum upsell ke layanan premium atau proaktif melaporkan update pasar sebelum diminta.
Ketika Anda memberikan lebih dari yang diharapkan, perusahaan bisa mulai menumbuhkan loyalitas dan reputasi yang kuat.
4. Jaga Konsistensi di Semua Saluran Komunikasi
Perusahaan memiliki banyak opsi saluran komunikasi untuk kebutuhan public relations (PR)/humas. Di situlah Anda mengeksekusi strategi membangun reputasi.
Namun, yang terpenting pada langkah ini adalah memastikan konsistensi suara dan sikap perusahaan di manapun pelanggan menemukan Anda.
Sebagai contoh, bahasa yang profesional di website harus sama dengan respons customer service di WhatsApp. Konsistensi inilah yang mengubah pesan menjadi reputasi positif.
Sebaliknya, ketidaksinkronan gaya komunikasi antar saluran dapat membingungkan persepsi publik terhadap identitas perusahaan Anda.
5. Gunakan Testimoni Pelanggan Sebagai Social Proof

Publik cenderung lebih percaya pada kata-kata sesama pengguna daripada klaim sepihak dari perusahaan. Jadi, menampilkan ulasan positif dan testimoni autentik pelanggan adalah cara membangun reputasi perusahaan yang tepat.
Sophia Nardelli, anggota Forbes Human Resources Council menyarankan untuk “melipatgandakan hal-hal baik yang sudah Anda lakukan dan membagikan kemajuannya” kepada publik sebagai bukti integritas.6
6. Terlibat dengan Audiens Secara Aktif
Sudah rajin membuat konten, tetapi views dan interaksi masih segitu-segitu saja. Anda mungkin bertanya-tanya, “mengapa bisa begitu?”
Salah satu jawabannya mungkin karena perusahaan terlalu pasif. Dalam contoh ini, bisa jadi Anda hanya memposting konten satu arah. Tidak ada interaksi atau call to action (CTA) di sana.
Solusinya, jadilah bagian dari komunitas industri Anda. Aktif di forum, grup profesional, atau media sosial dengan memberikan edukasi yang bermanfaat.
Posisikan perusahaan sebagai sumber informasi tepercaya. Dengan begitu, otoritas bisnis pasti akan meningkat dengan sendirinya.
7. Minta Maaf dengan Tulus
Akhir Desember 2025, sempat viral kasus salah satu outlet Roti’O di Jakarta yang menolak pembayaran tunai dari seorang pelanggan. Pihak perusahaan pun segera merilis permintaan maaf untuk meredam suasana.7

Meskipun pernyataan mereka tetap memicu kritik publik, sikap Roti’O dinilai sudah benar. Ditambah lagi, beberapa hari kemudian mereka menunjukkan progres solusi dengan menerima kembali pembayaran tunai di seluruh outlet.8

Dari brand Roti’O kita belajar, tidak ada perusahaan yang sempurna. Jika terjadi kekeliruan, maka hindari penyangkalan, minta maaflah secara tulus, dan tunjukkan langkah perbaikan nyata.
Menghindar dari masalah hanya akan memperburuk situasi. Pasalnya, dalam manajemen reputasi, akuntabilitas merupakan fondasi untuk membangun kembali kepercayaan.
8. Ambil Kendali Penuh atas Reputasi Perusahaan Anda
Langkah terakhir, yakni mengambil kendali.
Ya, bersikap pasif bukanlah pilihan. Sikap proaktif jelas lebih dibutuhkan sebagai cara membangun reputasi perusahaan.
Melalui humas, perusahaan harus mengelola faktor-faktor yang berpotensi merusak citra dan secara rutin membentuk opini publik positif melalui saluran yang kredibel dan memiliki otoritas tinggi.
Bagaimana cara memastikan narasi positif perusahaan terdengar oleh audiens yang luas di tengah bisingnya informasi digital?

Publikasikan press release saat ada kejadian penting di perusahaan, seperti pendanaan, pencapaian, penghargaan, peluncuran produk, dll. Buat publik lebih aware tentang hal-hal positif dari perusahaan Anda.
Kelola Reputasi Perusahaan Anda dengan Cara yang Tepat
Strategi yang baik butuh eksekusi yang tepat. Memahami cara membangun reputasi perusahaan hanyalah langkah awal bagi Anda.
Jika ingin mengambil kendali atas reputasi, maka Anda membutuhkan alat yang tepat. Salah satunya adalah melalui validasi media massa. Pesan yang disampaikan melalui media berita ternama memiliki bobot kepercayaan yang tinggi.
Dalam hal ini, Publikasimedia menawarkan solusi strategis berupa layanan distribusi press release. Kami dapat membantu pesan-pesan dari perusahaan Anda terbit di berbagai media online nasional maupun lokal tepercaya.
Dengan jejak digital yang positif di media yang kredibel, reputasi perusahaan Anda akan terbangun dengan sendirinya.
Referensi (terakhir diakses pada 3/1/2026):
- Mayoritas konsumen Indonesia riset online sebelum membeli. https://databoks.katadata.co.id/teknologi-telekomunikasi/statistik/9bf11def9a39517/mayoritas-konsumen-indonesia-lakukan-riset-produk-sebelum-belanja-online ↩︎
- Faktor-faktor penentu reputasi perusahaan. https://www.indeed.com/career-advice/career-development/company-reputation ↩︎
- Langkah-langkah memperkuat reputasi perusahaan. https://www.business.com/articles/how-to-strengthen-your-companys-reputation/ ↩︎
- Kutipan Celeste Bell via Forbes. https://www.forbes.com/councils/forbeshumanresourcescouncil/2023/12/19/20-ways-to-rebuild-your-companys-reputation/#:~:text=trust%20takes%20time.%20%2D-,Celeste%20Bell,-%2C%20New%20York ↩︎
- Penjelasan tentang prinsip underpromise and overdeliver. https://aquent.com/blog/why-underpromise-and-overdeliver-is-still-good-advice ↩︎
- Kutipan Sophia Nardelli via Forbes. https://www.forbes.com/councils/forbeshumanresourcescouncil/2023/12/19/20-ways-to-rebuild-your-companys-reputation/#:~:text=Anda%20dalam%20perjalanan!%20%2D-,Sophia%20Nardelli,-%2C%20Tukang%20Mandi ↩︎
- Postingan permintaan maaf Roti’O di Instagram. https://www.instagram.com/p/DSfUDRiErjn/ ↩︎
- Postingan pengumuman penerimaan kembali pembayaran tunai di outlet Roti’O. https://www.instagram.com/p/DSze9JBkvZO/ ↩︎