Joint Convention 2023 jadi Ajang Diskusi Hilirisasi Mineral & Transisi Energi di Indonesia

(Acara opening ceremony Joint Convention Pangkalpinang 2023 yang dibuka oleh Pj. Gubernur Bangka Belitung dan 5 Ketua Asosiasi di Hotel Novotel Bangka Hotel & Convention Center)
(Acara opening ceremony Joint Convention Pangkalpinang 2023 yang dibuka oleh Pj. Gubernur Bangka Belitung dan 5 Ketua Asosiasi di Hotel Novotel Bangka Hotel & Convention Center)

Kegiatan pertambangan dan eksplorasi minyak dan gas seringkali memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia telah menginisiasi program Penurunan Mineral dan Transisi Energi menuju Net Zero Emission yang diharapkan dapat mencapai tujuan tersebut pada tahun 2060.

Transisi energi menjadi fokus utama sebagai bagian dari agenda nasional. Langkah-langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan energi Indonesia dan mendukung peralihan ke ekonomi hijau.

Melalui berbagai program dan investasi yang telah diterapkan, pemerintah berharap dapat membawa Indonesia menuju target Net Zero Emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat, sesuai dengan komitmen yang diambil dalam Perjanjian Paris.

Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi dampak lingkungan dari sektor energi dan pertambangan serta bergerak menuju solusi berkelanjutan yang mendukung tujuan global dalam mengatasi perubahan iklim.

Peta jalan implementasi program hilirisasi mineral dan transisi energi di Indonesia diwujudkan melalui kolaborasi lima organisasi profesional, yaitu IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia), IAFMI (Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak dan Gas Bumi Indonesia), HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia), IATMI (Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia), dan PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia). Kelima organisasi tersebut menyelenggarakan acara kolaboratif Joint Convention, yang menjadi tradisi dua tahunan sejak 2003 di berbagai kota.

Pada tahun 2023, Joint Convention diadakan di Kota Pangkalpinang, salah satu produsen timah terbesar di dunia. Acara ini mengusung tema “Energy Transitions and Minerals for Environmental Sustainability of Indonesia’s Natural Resources”.

Kelima ketua organisasi, M. Burhannudinnur (IAGI), Taufik Aditiyawarman (IAFMI), Randy Condronegoro (HAGI), Raam Krisna (IATMI), dan Rizal Kasli (PERHAPI), turut hadir dalam acara ini.

Rangkaian kegiatan Joint Convention berlangsung dari tanggal 21 hingga 26 Oktober 2023, mencakup kegiatan pre-event seperti Historical Tin Mining Field Trip, Workshop, Mangrove Planting, dan Geophoto. Sementara kegiatan utama melibatkan Opening Ceremony & Exhibition, Panel Diskusi, Student Participants & Career Path, Exhibition & Technical Session, dan diakhiri dengan Closing Ceremony.

(Fieldtrip di Reklamasi Air Jangkang yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2023 sebagai rangkaian kegiatan pre-events Joint Convention Pangkalpinang 2023)
(Fieldtrip di Reklamasi Air Jangkang yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2023 sebagai rangkaian kegiatan pre-events Joint Convention Pangkalpinang 2023)

Sesi opening ceremony dibuka oleh ketua acara Joint Convention Pangkalpinang, Ir. Ahmad Albani. S, M. Burhannudinnur mewakili kelima asosiasi dan Pj Gubernur Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu, turut memberikan sambutan pada opening ceremony tersebut.

Acara ini menjadi forum penting untuk menggali pemahaman lebih dalam tentang transisi energi dan peran mineral dalam mendukung keberlanjutan lingkungan sumber daya alam Indonesia.

“Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena bisa menambah wawasan yang luas memberi pengetahuan tentang pertambangan, Geologi, minyak gas bumi.” Ungkap Suganda Pandapotan Pasaribu.

Panel diskusi pertama dalam acara Joint Convention membahas tema “Advancing Environmental Sustainability in Energy and Mineral Industries.” Diskusi ini dirancang untuk menggali upaya-upaya yang dapat memajukan keberlanjutan lingkungan dalam industri energi dan mineral. Panel ini melibatkan pembicara dari berbagai lapisan, termasuk direktur hingga eksekutif tinggi dari perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia.

Sementara anel diskusi kedua membahas tema “Overcoming the CCS/CCUS Challenge: Driving Implementation in Indonesia's Energy Sector.” Fokus pembahasan pada panel ini adalah mengatasi tantangan dalam implementasi Carbon Capture and Storage/Utilization (CCS/CCUS) di sektor energi Indonesia.

Para pembicara dalam panel ini juga terdiri dari direktur dan pemimpin perusahaan besar di sektor energi.

Kedua panel diskusi ini menyediakan platform penting untuk berbagi ide, pengalaman, dan solusi terkait upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dalam industri energi dan mineral.

Dengan melibatkan pemangku kepentingan utama, termasuk para eksekutif perusahaan, diharapkan dapat mendorong langkah-langkah konkrit dalam mendukung transisi ke energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Ir. Achmad Albani, S.T ketua panitia penyelenggara Joint Convention Pangkalpinang (JCP) mengungkapkan, “Saya harap event ini bisa dikenal masyarakat luas dalam asosiasi profesi, stakeholder hingga studi yang ada di universitas mempunyai prodi energi mineral dan sumber daya alam yang baik.”