Berita telah menjadi konsumsi wajib masyarakat. Namun, di tengah lautan informasi, ada satu tantangan besar yang sering ditemui, yakni kualitas berita itu sendiri.
Banyak penulis pemula terjebak pada tujuan jumlah views atau viral semata sehingga mengabaikan struktur dan etika jurnalistik. Padahal, sebuah berita memikul tanggung jawab moral untuk menyampaikan kebenaran kepada publik.
Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin terjun ke dunia jurnalistik atau sekadar menulis press release untuk perusahaan, mari belajar cara membuat teks berita yang benar.
Dalam artikel ini, Publikasimedia akan menjelaskan langkah-langkah penulisan berita yang tidak hanya enak dibaca, tetapi juga memenuhi standar jurnalistik.
Cara Membuat Teks Berita dan Contohnya

Silakan ikuti proses di bawah ini untuk mengubah sebuah fakta menjadi teks berita yang terstruktur:
1. Mencari Sumber Berita
Seorang penulis harus memiliki kepekaan untuk menilai apakah sebuah kejadian memiliki nilai berita atau tidak.
Simpelnya, sebuah informasi layak disebarluaskan apabila bersifat aktual dan memiliki dampak nyata atau daya tarik bagi masyarakat luas.
Contoh yang paling umum misalnya bencana alam, kebijakan pemerintah yang berdampak pada publik, tindakan kriminal, atau prestasi yang membanggakan.
Setelah menemukan topiknya, barulah Anda bisa melangkah ke tahap pengumpulan data.
2. Menggali Fakta

Cara membuat teks berita selanjutnya adalah menggali fakta karena Anda tidak boleh menulis hanya berdasarkan asumsi.
Ada dua metode yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan fakta yang valid, yaitu:
- Observasi ke langsung atau Tempat Kejadian Perkara (TKP). Tujuannya adalah untuk menangkap suasana, melihat detail visual, dan memastikan kebenaran peristiwa tersebut dengan mata kepala sendiri.
- Kedua, wawancara narasumber. Anda mungkin perlu menggali keterangan dari pihak-pihak terkait lebih dalam. Namun, pastikan narasumber tersebut memiliki kredibilitas dan relevansi dengan peristiwa.
Jika melakukan wawancara, ubah rekaman suara menjadi teks, termasuk pertanyaan, jawaban, dan jeda untuk memudahkan Anda saat penulisan.
3. Menyusun Kerangka Berita dengan Rumus 5W + 1H
Kesalahan penulis pemula biasanya langsung menulis tanpa kerangka (outline). Itulah sebabnya tulisan sering jadi tidak fokus.
Sementara itu, cara membuat teks berita yang efektif adalah dengan menyusun kerangka kasar terlebih dahulu menggunakan rumus 5W + 1H. Unsur ini wajib ada untuk memastikan kelengkapan informasi dalam berita yang Anda tulis.
- What (Apa): Peristiwa apa yang terjadi?
- Who (Siapa): Siapa saja yang terlibat?
- Where (Di mana): Di mana lokasi spesifik kejadiannya?
- When (Kapan): Kapan waktu kejadiannya?
- Why (Mengapa): Apa penyebab peristiwa tersebut?
- How (Bagaimana): Bagaimana kronologi kejadiannya?
Dengan kerangka ini, alur penulisan akan jauh lebih logis dan tidak melebar ke mana-mana.
4. Menulis Judul (Headline) yang Memikat

Headline dianggap bernilai “80 sen dari 1 dolar” oleh David Ogilvy karena menentukan apakah konten dibaca atau dilewati. Jadi, buatlah judul yang memikat.1
Khususnya berita, utamakan judul yang menggunakan kalimat aktif, ringkas (maksimal 10-12 kata) dan mencerminkan isi berita. Hindari judul yang terlalu abstrak atau puitis.
Rumusnya sebagai berikut:
Subjek + Kata Kerja Aktif + Objek/Konteks.
❌ Jangan tulis: “Kegiatan Perusahaan Kami di Bulan Ini”
✅ Tulis: “PT X Luncurkan Fitur Baru untuk Bantu UMKM Hemat Biaya Operasional”
Selain bertujuan agar dilirik redaksi, penulisan judul yang efektif juga berpeluang menarik investor.
5. Menulis Teras Berita (Lead)
Sekarang Anda mulai menulis, diawali dengan teras berita atau paragraf pertama yang menentukan ketertarikan pembaca. Setidaknya ada 10 jenis teras berita, mulai ringkasan, single item, kutipan, naratif, dan lain-lain.
Dalam penulisannya, gunakan prinsip piramida terbalik. Jangan sampai informasi terpenting justru Anda tulis di akhir artikel.
Paragraf pertama ini minimal harus memuat unsur Who (Siapa) dan What (Apa). Tujuannya membuat pembaca langsung paham inti masalah dari awal.
Berdasarkan pengalaman, kami akan bocorkan kisi-kisi lead yang umumnya disukai editor:
- Langsung ke inti,
- Berbasis data,
- Menjawab pertanyaan, “so what?”,
- Menggunakan kalimat aktif.
6. Menyusun Tubuh Berita
Bagian selanjutnya berisi penjabaran dari kerangka 5W + 1H yang telah Anda susun di awal. Tulislah kronologi (How) beserta alasan (Why) secara mendalam. Uraikan detail yang mendukung paragraf pertama tadi.
Mengutip Tempo Institute, satu hal yang perlu Anda perhatikan adalah memastikan setiap paragraf memiliki satu ide pokok yang saling menyambung (koheren) supaya pembaca nyaman mengikuti alur informasi.2
Anda juga bisa menyisipkan kutipan langsung dari narasumber untuk memperkuat fakta serta memberikan nyawa pada tulisan. Ingat, atribusi (nama dan jabatan narasumber) harus jelas.
Untuk teknis penulisan, sebaiknya hindari paragraf yang terlalu panjang. Selain membuat mata pembaca lelah, paragraf panjang juga kurang bersahabat dengan tampilan seluler.
7. Penyuntingan Berita

Tahap terakhir dalam panduan cara membuat teks berita ini adalah self-editing.
Setelah tulisan Anda rampung, endapkan sejenak, lalu baca ulang dari sudut pandang seorang pembaca, bukan penulis.
Periksa beberapa hal utama ini:
- Akurasi: Cek kembali ejaan, nama, jabatan, dan angka.
- Efektivitas: Buang kata-kata sifat yang berlebihan atau kalimat yang berputar-putar.
- Objektivitas: Pastikan nada tulisan netral dan tidak terdengar seperti iklan hard-selling.
- Etika: Ikuti kode etik jurnalistik dengan tidak membuat berita yang mengandung fitnah, memuat kekerasan, atau merendahkan martabat orang lain.
Jorge Ramos, seorang pembawa berita asal AS, mengatakan bahwa jurnalisme memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar netralitas; ia memiliki kewajiban untuk mencari kebenaran dan menantang kekuasaan demi akuntabilitas publik.3
Contoh Teks Berita
Sebagai gambaran atas penjelasan yang barusan kami sampaikan, berikut kami berikan contoh teks berita dari perusahaan yang mengumumkan peluncuran produk baru mereka:
Atasi Masalah Listrik di Pelosok, PT EcoDaya Luncurkan Generator Tenaga Surya “SuryaBox”

JAKARTA – PT EcoDaya Solusi Nusantara resmi meluncurkan produk terbarunya, “SuryaBox”, sebuah generator listrik tenaga surya portabel yang dirancang khusus untuk daerah terpencil, Selasa (14/1). Inovasi ini dihadirkan untuk mendukung pemerataan akses energi di wilayah kepulauan Indonesia.
SuryaBox memiliki kapasitas penyimpanan daya hingga 5000mAh dan dilengkapi panel surya lipat yang efisien. Perangkat ini diklaim mampu menyalakan lampu rumah tangga dan mengisi daya perangkat komunikasi selama 12 jam nonstop tanpa bahan bakar minyak. Produk ini menjadi solusi alternatif pengganti genset konvensional yang bising dan berpolusi.
“Kami melihat bahwa kendala utama di daerah pelosok bukan hanya ketersediaan listrik, tapi juga biaya bahan bakar genset yang mahal. SuryaBox hadir sebagai solusi energi bersih yang hemat biaya karena 100 persen mengandalkan cahaya matahari,” ujar Direktur Utama PT EcoDaya, Budi Santoso, dalam acara peluncuran di Jakarta Selatan.
Saat ini, SuryaBox sudah mulai didistribusikan ke wilayah Indonesia Timur melalui kemitraan dengan koperasi lokal. Masyarakat juga dapat memesan unit ini melalui situs resmi perusahaan mulai bulan depan.
Solusi Distribusi Berita yang Efektif
Menulis berita memang terdengar teknis, tetapi pada dasarnya ini mudah jika Anda paham bagaimana cara membuat teks berita yang baik dan benar.
Semua dimulai dari pemilihan sumber, observasi lapangan, hingga penyusunan kerangka 5W + 1H. Semuanya saling berkaitan demi menghasilkan informasi yang berkualitas.
Dengan menerapkan panduan di atas, Anda bisa menulis artikel berita secara rapi sekaligus berkontribusi menyajikan informasi yang sehat bagi masyarakat. Teruslah berlatih, perbanyak referensi bacaan, dan jangan pernah lelah memverifikasi fakta.
Jika Anda perlu mendistribusikan berita ke media-media tertentu, Publikasimedia dapat menjadi pilihan mitra strategis. Jasa press release kami menyediakan akses ke jaringan media lokal dan nasional untuk membantu menyebarluaskan pesan yang ingin Anda sampaikan agar didengar publik.
Referensi (terakhir diakses pada 1/1/2026):
- Kutipan David Ogilvy tentang headline. https://www.goodreads.com/quotes/191457-on-the-average-five-times-as-many-people-read-the ↩︎
- Penjelasan Tempo Institute tentang penulisan teks berita. https://blog.tempoinstitute.com/berita/cara-membuat-berita-cepat-dan-akurat ↩︎
- Video TED Talks Jorge Ramos. https://www.youtube.com/watch?v=TppG2Wcl3bY ↩︎