5 Contoh Brand Equity Positif dari Merek-merek Ternama

Mau Diliput Media Nasional?

Cocok untuk Branding & Promosi

Detik

dan 100 media lainnya...

Garansi terbit , harga terjangkau, dan penerbitan cepat.

Contoh brand equity banyak ditemukan di kehidupan sehari-hari. Di bidang elektronik, makanan atau pakaian, pasti ada yang punya ekuitas merek positif.

Merek-merek ini bisa Anda jadikan contoh untuk membangun brand equity. Pasalnya mereka tidak berhenti dan mampu mempertahankan posisinya di atas.

Berikut beberapa contoh brand equity positif, baik dari merek lokal maupun internasional. 

Contoh Brand Equity Paling Populer

Perusahaan di bawah ini telah membangun ekuitas merek selama puluhan tahun. Tak heran jika mereka akhirnya mampu memberi pengaruh yang kuat pada pelanggannya. 

1. Netflix, Penyedia Film yang Mengikuti Zaman

contoh brand equity

Netflix adalah contoh brand equity sempurna. Mereka tahu bagaimana caranya tetap relevan di setiap zaman. 

Hal itu membuat Netflix saat ini sukses menggaet lebih dari 190 juta pelanggan di seluruh dunia.

Tahukah Anda merek ini dulunya bergerak di bisnis DVD-by-mail sejak 1997?

Jadi mereka menawarkan pemesanan DVD film yang bisa dikirim langsung ke kotak pos rumah.

Menginjak tahun 2007, baru citra Netflix sebagai layanan streaming mulai dibentuk. 

Sejak saat itu merek ini terus berkembang mengikuti zaman. Mereka menyesuaikan konten, biaya berlangganan dan user interface-nya.

Netflix adalah contoh ekuitas merek terbaik karena bisa bertahan sampai sekarang. Sedangkan kompetitornya, Blockbuster, kini sudah tidak eksis lagi.

2. Starbucks, Tetap Konsistensi Sejak Dulu

Contoh brand equity Starbucks juga sangat sering dibahas. 

Memang tak ada yang menyangka toko biji kopi yang berdiri tahun 1971 ini bisa menjadi kedai kopi terbesar di dunia.

Keunggulan mereka adalah konsisten dari waktu ke waktu. Itulah yang menjadikan ekuitas brand Starbucks terjaga dengan baik.

Meski harga kopinya mahal, pelanggan setia tetap akan membelinya. Sebab ketika melihat secangkir kopi berlogo Starbucks, orang tahu mereka akan merasakan produk yang telah konsisten selama puluhan tahun.

Starbucks juga mengikuti perkembangan zaman. Saat ini pelanggan sudah bisa memesan dan membayar lewat aplikasi seluler.

3. Aqua, Mendominasi Merek Air Minum Dalam Kemasan

Di Indonesia juga ada contoh brand equity yang sangat kuat, yaitu Aqua.

Untuk menggambarkan seberapa kuat posisi Aqua, saat ini kebanyakan orang menyebut air minum dalam kemasan sebagai Aqua. Padahal sebenarnya itu cuma asosiasi saja.

Menurut data Top Brand pada tahun 2020, Aqua ada di urutan pertama di antara 500 merek air minum dalam kemasan lainnya.

Sejak tahun 2015 Aqua masih belum tergeser dari posisi tersebut.

Entah sampai kapan ketika pergi ke warung masih akan ada orang yang bilang, “Mas, beli Aqua yang Le Minerale.”

4. Google, Tempat Mencari Tahu Apapun

contoh brand equity

Jika Bing adalah orang, dia mungkin akan cemburu pada saat Anda menulis “Google” di kotak pencarian Bing.

Setelah halaman Google terbuka, baru Anda mencari hal yang sebenarnya ingin Anda ketahui.

Sangat dimaklumi karena Google adalah top of mind sebagian besar pengguna internet untuk mesin pencari.

Nyasar di suatu tempat, tanyanya ke Google. Tidak bisa masak, cari resepnya di Google. Bahkan Google juga sudah bisa menjadi asisten pribadi.

Bagaimana tidak, 90 persen pangsa pasar dunia untuk mesin pencari memang dikuasai oleh Google. 

Namun semua ini tentu tidak tercapai dengan instan. Google terus meningkatkan kualitas dan layanan mereka.

Dengan banyaknya produk turunan dari Google, masyarakat pun semakin tidak bisa lepas dari merek tersebut.

5. Apple, Brand Equity Tertinggi di Dunia

contoh brand equity

Melebihi Google, contoh brand equity tertinggi di dunia adalah Apple. Dilansir Interbrand pada tahun 2018 nilai merek mereka mencapai USD 234 Miliar. 

Sebagian besar reputasi positif mereka dibangun dari produk-produk unggulan di pasar elektronik seperti iPhone, Mac, iCloud, dan sebagainya.

Nilai mereka tak pernah menurun. Ambil contoh terdekat yaitu produk iPhone.

Setiap kali Apple mengeluarkan seri terbaru, dunia dibuat heboh. Masyarakat tetap akan memburunya walaupun harganya selangit.

Orang-orang merasa jauh lebih percaya diri ketika mengeluarkan HP dari saku yang ada logo Apple-nya. Itu adalah efek tingginya ekuitas merek yang dibangun Apple.

Pentingnya Membangun Brand Equity

Kesuksesan dari merek-merek di atas menunjukkan betapa pentingnya peran ekuitas brand bagi sebuah bisnis. Semuanya memulai dari bawah dan tidak mudah puas ketika ekuitas merek telah mencapai posisi atas.

Ambil pelajaran dari contoh brand equity merek-merek ternama tadi. Bagaimana Anda harus konsisten, relevan dengan zaman dan menjadi pelopor untuk sesuatu yang baru.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

seventeen + 2 =

Apakah anda yakin ingin pasang iklan di media nasional? kami ada paket promo 10 juta bisa terbit di 12 media.