PROMO Terbatas! Nerbitin Berita untuk Branding di Media Nasional Indonesia Hanya 700 Ribu, Cek Disini

Apakah Backlink Masih Diperlukan untuk SEO Tahun 2022?

Jasa Press Release Media Nasional

🚀🚀🚀

Garansi terbit 100%, harga terjangkau, dan penerbitan cepat.

Apakah backlink masih diperlukan dan relevan dengan strategi SEO website saat ini? Jawaban singkatnya: “Ya, masih.”

Kami akan jelaskan alasannya dan bagaimana backlink memengaruhi peta persaingan di hasil penelusuran.

Setelah membaca artikel ini, Anda akan mengetahui:

  • Perkembangan backlink untuk SEO website.
  • Bagaimana itu memengaruhi peringkat penelusuran.
  • Apakah backlink masih diperlukan saat ini.

Mari mulai dengan penjelasan yang pertama.

Perkembangan Backlink untuk SEO

Strategi SEO terus berevolusi dari waktu ke waktu mengikuti perkembangan algoritma pemeringkatan mesin pencari.

Keyword

Tahun 1990-an adalah awal mula praktik SEO. Saat itu keyword menjadi fokus utama dalam optimasinya. [1]

Masukkan keyword sebanyak-banyaknya ke halaman web, maka posisinya akan lebih baik di penelusuran. Demikian teorinya saat itu…

Namun, hal tersebut justru membuat pencarian jadi kurang relevan. Pengguna seringkali tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Inbound Link

apakah backlink masih diperlukan

Tahun 1996, perusahaan awal Google mulai muncul. Mereka memperkenalkan inbound link/backlink sebagai salah satu faktor pemeringkatan mesin pencari.

Sejak saat itu, hasil pencarian pengguna semakin baik. Faktor ini kemudian menjadi salah satu fondasi algoritma PageRank Google.

Bahkan meski sudah melewati berkali-kali perubahan, backlink tetap ada di sana.

Bagaimana Backlink Memengaruhi Ranking?

Seperti telah kami jelaskan pada artikel apa itu backlink, singkatnya backlink adalah link eksternal dari website lain menuju website Anda.

Bagi mesin pencari, backlink dianggap seperti “voting”, sehingga siapa yang mendapatkannya lebih banyak, dialah yang akan menang. 

Sumber 

Cara kerja backlink juga mirip dengan kutipan dari sebuah buku. Jika banyak dirujuk, maka buku dan informasi tersebut dianggap sangat bernilai. 

Itulah alasan website berperingkat tinggi umumnya memiliki backlink lebih banyak daripada yang lainnya.

Ini menjadi salah satu strategi kunci dalam SEO off-page bersama dengan faktor-faktor lainnya.

Semakin relevan link dari sumber yang berotoritas, nilai website Anda semakin tinggi di mata Google.

apakah backlink masih diperlukan

Lantas apakah backlink masih diperlukan saat ini? Penjelasan lengkapnya seperti ini…

Apakah Backlink Masih Diperlukan?

Sudah ada ratusan studi yang membuktikan korelasi backlink dengan ranking pencarian. Bahkan Google pun secara tidak langsung mengamini itu.

Pada tahun 2016, Andrey Lipattsev dari Google mengungkap tiga faktor teratas dalam algoritma pemeringkatan. [2]

Dia memang tidak mengurutkan, tetapi ketiganya adalah link, konten dan RankBrain. Itu sudah sekitar enam tahun yang lalu, bagaimana sekarang?

Kabar baiknya, saat ini backlink masih tetap penting. 

Backlink disebut-sebut sebagai rank signal Google yang paling kuat. Jadi, kemungkinan besar Anda tidak bisa bersaing dengan kompetitor tanpa backlink.

Buktinya…

Lebih Banyak Backlink = Kinerja SEO Lebih Bagus

MOZ pernah meneliti 15.000 keyword dan mengumpulkan 50 website teratas di setiap hasil pencariannya. [3]

Hasilnya sebagai berikut:

  • 99,2% dari 50 hasil teratas memiliki backlink.
  • 77,8% website paling atas memiliki backlink.
Sumber: MOZ

Hasil serupa juga dikonfirmasi oleh Backlinko.

Website posisi 1 di pencarian Google memiliki rata-rata backlink 3,8 kali lebih banyak daripada posisi 2-10. [4]

Akan tetapi, semua itu dengan catatan.

Google tidak ingin orang-orang hanya berlomba menambah jumlah backlink tanpa konten yang kontekstual.

Mereka pun membuat aturan mengenai link building. Mana yang boleh dan mana yang melanggar pedoman webmaster.

Sebelumnya kami sudah membahas itu pada artikel apakah backlink media nasional melanggar guidelines Google.

Pilih backlink berkualitas tinggi, buat konten yang relevan dan terus perbarui supaya tetap segar dan relevan. 

Google Menyukai Website Berotoritas

Seberapa sering Anda menemukan hasil pencarian yang didominasi media-media besar? Sebut saja Tribunnews, Kompas, Kumparan, dll.

Sangat sering?

apakah backlink masih diperlukan

Itu karena Google menyukai website yang punya otoritas.

Backlink dari sumber berotoritas juga dapat meningkatkan peringkat penelusuran. Salah satu contohnya backlink media nasional.

Sumber: Backlinko

Tidak diketahui patokan Google dalam mengukur otoritas website. Akan tetapi, Anda bisa mengetahuinya dengan tools dari Ahrefs, MOZ atau Majestic SEO.

Website Membutuhkan Voting yang Beragam

Bukan cuma banyak, tetapi keberagaman juga penting.

Di awal kami sampaikan bahwa backlink seperti halnya voting untuk website Anda.

Semakin banyak sumbernya, Anda memiliki peluang menang yang lebih besar.

Kenapa?

Bayangkan Anda menaruh 100 backlink di 1 sumber. Alih-alih dapat ranking, Google mungkin malah akan memberikan penalti karena terindikasi spam.

Intinya, jumlah domain yang terhubung ke halaman Anda sangat memengaruhi pemeringkatan. Jadi, jika sumber backlink tidak bertambah, website Anda nantinya juga akan stagnan.

Jangan lupa, dapatkan votes dari sumber-sumber yang berbeda dan berkualitas.

Baca lebih lengkapnya tentang cara mendapatkan backlink secara gratis maupun berbayar.

apakah backlink masih diperlukan

Kesimpulan

Jadi, apakah backlink masih diperlukan untuk SEO? Kesimpulannya, ya, ini tetap penting guna membantu menaikkan peringkat website di penelusuran.

Akan tetapi, jangan jadikan backlink sebagai satu-satunya strategi. Sebab, masih ada ratusan faktor lain yang juga menentukan peringkat.

Selain itu, perhatikan juga pedoman webmaster Google. [5] Ingat bahwa backlink yang berkualitas itu dibangun perlahan tapi pasti.

Jika tertarik membeli backlink berkualitas untuk website Anda, hubungi tim pemasaran kami.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

four + 5 =