Apa itu Jingle, Manfaat, dan Tips Membuatnya

Loading...

“Sari Roti, roti, Sari Roti”, “aku dan kau, suka Dancow”, “I’m lovin’ it”. Bisakah Anda membaca kata-kata tersebut tanpa menyenandungkan nadanya? Rasanya sulit, bukan? Pasalnya, lagu-lagu jingle tersebut seperti telah tertanam di pikiran dan kerap kita nyanyikan tanpa sadar. Jadi sebenarnya apa itu jingle[1]?

Apa itu Jingle

Berdasarkan Oxford Learner’s Dictionary[2] jingle dalam konten iklan didefinisikan sebagai “a short song or tune that is easy to remember and is used in advertising”.

Lebih jelasnya jingle adalah musik pendek yang berisi slogan/tagline atau nama produk yang menjadi bagian dari iklan. Jingle bertujuan agar audiens lebih mudah mengingat produk yang dipromosikan sampai merasuk dalam pikiran. 

Dalam strategi komunikasi sendiri fungsi musik iklan adalah sebagai sarana pengingat atau mnemonic device istilahnya.

Untuk memenuhi tujuan ini pembuat jingle perlu menggunakan rima, struktur melodi, dan pengulangan sehingga memperkuat pengaruh lagu promosi tersebut. 

Paduan antara musik yang simple dan kata-kata yang catchy terbukti dapat menciptakan iklan yang terus terngiang-ngiang dalam ingatan audiens.

Saat konsumen terus teringat dengan suatu jingle mereka tentu akan teringat dengan produk/brandnya. Jika ingatan tersebut menjadi top of mind di pikiran, inilah yang selanjutnya memengaruhi mereka membeli produk tersebut, alih-alih produk yang lain.  

Efek ini juga terus muncul bahkan ketika yang bersangkutan tak lagi terlalu sering mendengar lagu iklan dimaksud.

Faktanya jingle merupakan salah satu bentuk paling awal dari iklan modern yang sudah mulai digunakan sejak tahun 1920-an.

Selain untuk promosi produk, lagu jingle juga banyak dipakai dalam iklan-iklan layanan masyarakat, termasuk kampanye dan edukasi. Seperti Ini contohnya.

Lagu iklan layanan masyarakat di atas berisi anjuran untuk hemat energi dari Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementrian ESDM.

Di tahun 2020 Korlantas Polri juga pernah meluncurkan iklan dengan lagu yang menarik untuk memasyarakatkan budaya tertib berlalu-lintas. 

Ini Pentingnya Jingle Dalam Iklan

Untuk yang tengah berupaya memperkenalkan produk baru kepada masyarakat, menyematkan jingle dalam konten promosi Anda bisa jadi langkah yang cerdas. Ini alasannya.

Gampang diingat

Tujuan utama beriklan tentu saja membuat semakin banyak orang mengenal dan mengingat brand Anda. Jingle dapat membantu meraih tujuan tersebut. Tahukah Anda bahwa semakin menua seseorang lebih mudah baginya mengingat promosi dengan lagu yang catchy daripada iklan yang membosankan.

Selain mudah diingat, lagu iklan juga kerap menjadi earworm. Ini adalah fenomena dimana sebuah lagu seolah menancap dalam pikiran dan selalu terngiang-ngiang di telinga. Ini bahkan tak memandang apakah jenis musiknya sesuai selera kita atau tidak.

Misalnya jingle iklan yang cukup merasuk di benak masyarakat Indonesia dan tetap teringat sampai sekarang adalah Susu Bendera Frisian Flag dan Indomie.

Lirik dan musik jingle biasanya mengena

Tidak seperti lagu pada umumnya, jingle berdurasi pendek, yaitu kurang dari dua menit saja. Dengan begitu orang jadi lebih mudah mengingat dan menghafalnya bahkan seketika setelah mendengarnya.

Untuk membuat lagu iklan yang viral pastikan nadanya tetap simple dan kata-katanya singkat namun catchy ,atau pendeknya enak didengar. Ini contohnya seperti iklan Djarum Coklat berikut.

Jingle terbukti efektif

Pada kenyataannya jingle memang membuat publikasi lebih sukses. Jika tidak, mustahil brand sebesar McDonald’s masih melibatkan lagu sebagai bagian dari iklannya sampai hari ini, bukan?

Karena karakternya yang menarik dan mudah diingat, lagu iklan melekat di benak audiens sehingga mendorong mereka untuk melakukan action

Ini bisa berupa pembelian, repeat order, jadi customer yang loyal, sampai  merekomendasikan produk terkait kepada orang lain. Hasilnya tentu peningkatan profit perusahaan. Jangan lupa bahwa pada akhirnya inilah tujuan utama dari berbagai strategi periklanan.

Membantu upaya branding

Branding berkaitan dengan membangun citra perusahaan dan membuatnya tertanam dalam benak pelanggan. Lagu yang disematkan dalam iklan visual dapat membantu Anda mewujudkannya. 

Caranya, masukkan nama perusahaan atau produk Anda ke dalam jingle dan selamanya bisnis Anda akan terus dikaitkan dengan kata-kata yang menyertainya. Tentu ini dengan catatan audiens terpapar lagu tersebut dengan frekuensi yang cukup sering.

Contohnya seperti jingle iklan Sari Roti yang menyertakan merek dagangnya, yaitu Sari Roti.

Tips Membuat Jingle

Menurut Yudhis Thira[3],copywriter terkemuka sekaligus content creator, ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam merancang sebuah jingle.

Repetisi

Struktur yang wajib ada dalam sebuah lagu iklan adalah pengulangan atau repetisi misalnya pada kata, bait, nada, atau irama. 

Contoh yang paling menyolok dalam hal ini adalah pada iklan air mineral Aqua, yang hanya terdiri dari satu kata namun diulang-ulang dalam balutan nada.

Komunikasi

Dalam membuat jingle, copywriter harus memahami komunikasi brand, mengingat tujuan iklan adalah mengkomunikasikan suatu produk/merek kepada khalayak. 

Ini misalnya lagu iklan jadul produk permen Kopiko. Potongan liriknya adalah “Bila mata ngantuk, tapi Anda sibuk, tak sempat ngopi. Ambil saja Kopiko…”

Lagu tersebut berhasil mengkomunikasikan bahwa produk ini adalah solusi untuk mengatasi kantuk yang menyerang di jam-jam kerja.

Simple   

Pastikan merancang lirik lagu iklan dengan simple karena audiens harus dapat mencernanya dengan mudah. Lirik yang langsung pada tujuan akan lebih diterima, alih-alih kata-kata bersayap, perumpamaan, atau mengandung makna tersirat. 

Contohnya cukup beragam, misalnya jingle iklan Pizza Hut “Berbagi bersama di Pizza Hut”, Permen Nano Nano “ Manis, asem, asin, rame rasanya”, dan Susu Indomilk “Susu Indomilk, susu untuk kita semua”.

Penutup

Setelah mengetahui apa itu jingle, Anda mungkin tertarik membuatnya untuk menyukseskan iklan produk Anda. Untuk mendapatkan hasil yang memuaskan jangan enggan menginvestasikan dana untuk bekerjasama dengan copywriter atau agensi profesional.

Jangan ragu membagikan pendapat Anda di kolom komentar jika memiliki opini yang berbeda terkait topik yang satu ini.

Tinggalkan komentar