✔ 8 Do’s & Don’ts dalam Manajemen Krisis PR Perusahaan

Artikel ini akan membahas apa saja yang perlu dilakukan dan dihindari dalam upaya manajemen krisis public relations perusahaan.

Pasalnya, krisis bisa terjadi kapan saja hingga menimbulkan dampak yang signifikan bagi perusahaan.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui bagaimana cara bertindak yang benar ketika menghadapi krisis.

Jangan sampai konsumen stop membeli produk atau jasa Anda akibat manajemen krisis yang buruk, ya!1

Lebih lengkapnya simak penjelasan berikut ini.

Daftar Hal yang Perlu Dilakukan dalam Manajemen Krisis

Kami telah merangkum empat hal yang perlu Anda lakukan ketika perusahaan menghadapi krisis, yaitu:2

Mengidentifikasi Risiko Krisis

Langkah pertama, lakukan analisis risiko secara berkala untuk mengetahui potensi, dampak, dan kesiapan Anda menghadapi krisis.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengantisipasi krisis atau minimal menekan kerugiannya jika itu terjadi.

Ingat, krisis tidak datang begitu saja, tetapi sebelumnya pasti sudah ada indikasi bahwa itu akan terjadi.

Membuat dan Menguji Rencana Krisis

Rencana manajemen krisis merupakan panduan penting yang mengatur tindakan Anda pada saat krisis. 

Jadi, Anda perlu memiliki rencana yang jelas, komprehensif, dan realistis untuk menghadapi berbagai jenis krisis yang mungkin terjadi.

Di sisi lain, penting juga untuk menguji rencana tersebut melalui simulasi atau audit, sehingga tim semakin terlatih dalam menanggapi situasi darurat.

Melakukan Komunikasi Secara Efektif

Contoh manajemen krisis dari pihak WRP setelah diterpa isu miring di bawah ini dinilai sudah benar.

Sumber: Postingan X @tilehopper

Dalam contoh tersebut, mereka mencoba berkomunikasi dengan berbagai pihak yang terlibat, termasuk netizen.

Di sini Anda harus menyampaikan informasi yang akurat, transparan, konsisten, menunjukkan tanggung jawab, serta berkomitmen untuk menyelesaikan krisis.

🗣️ Dengarkan dan tanggapi semua masukan, keluhan, atau pertanyaan dari pihak-pihak terkait.

Mengevaluasi dan Memperbaiki Kinerja

Langkah yang tidak kalah penting adalah melakukan evaluasi setelah krisis berakhir

Ini berguna untuk menilai seberapa baik Anda menangani krisis, apa saja yang berhasil, dan tidak berhasil.

Jangan lupa untuk memperbaiki strategi yang kurang efektif sebelumnya, serta mengambil langkah-langkah preventif agar krisis serupa tidak terulang.

Daftar Hal yang Jangan Dilakukan dalam Manajemen Krisis

Berkebalikan dengan empat poin di atas, jangan pernah melakukan hal-hal di bawah ini ketika menghadapi krisis:3

Jangan Mengabaikan Masalah 

Anda tidak boleh mengabaikan masalah yang ada, apalagi jika posisinya memang bersalah.

Jangan juga bersikap defensif karena kedua hal tersebut bisa merusak reputasi dan memperlihatkan bahwa perusahaan Anda tidak siap merespons krisis.

Berdiam diri hanya akan membuat citra perusahaan semakin buruk.

Jangan Meremehkan Media Sosial

Penyebaran informasi yang sangat cepat di media sosial dapat memunculkan krisis tidak terduga dan kurangnya kontrol atas informasi tersebut.4

Bahkan, menurut Hootsuite, lebih dari seperempat krisis menyebar melalui media sosial dalam waktu satu jam saja.5

Maka dari itu, jangan meremehkan peran media media sosial terkait penyebaran krisis yang sedang perusahaan Anda hadapi.

Tugas Anda adalah memantau, mengelola, dan merespon semua isu. Bila perlu, gunakan jasa PR profesional untuk membantu manajemen krisis di media sosial.

Jangan Menyembunyikan, Menipu, atau Menyalahkan Pihak Lain

Larangan selanjutnya yaitu berusaha menyembunyikan, menipu, atau menyalahkan pihak lain atas krisis yang terjadi.

Jangan juga menunda komunikasi dengan pihak-pihak terkait. Apapun masalahnya, segera tanggapi sebelum terlambat.

Melakukan hal-hal yang disebutkan di atas hanya memperburuk situasi, menimbulkan ketidakpuasan, kebingungan, sampai kemarahan publik.

🔑 Transparansi dan kejujuran adalah kunci dalam mengelola krisis dengan baik.

Jangan Menyudahi Krisis Tanpa Pembelajaran

Terakhir, Anda tidak boleh menganggap krisis yang sudah selesai sebagai hal yang bisa dilupakan begitu saja.

Tanpa pembelajaran dan perubahan dari pengalaman tersebut, perusahaan mungkin akan kesulitan saat menghadapi krisis di masa depan.

Komunikasikan Krisis Secara Cepat & Efektif dengan Press Release

Sekarang Anda tahu apa saja do’s and don’ts dalam manajemen krisis PR perusahaan. 

Dengan mengikuti tips di atas, paling tidak Anda bisa meminimalkan dampak krisis serta membangun kembali kepercayaan publik.

Dari mengidentifikasi risiko hingga mengevaluasi respons, setiap langkah harus berdasarkan pada komunikasi yang jelas dan efektif. 

Dalam hal ini, press release menjadi salah satu alat komunikasi yang kami rekomendasikan.

Untuk menghadapi situasi krisis, Publikasimedia menawarkan jasa press release media nasional yang praktis, cepat, dan tepercaya.

Referensi (terakhir diakses pada 13/2/2024):

  1. Perubahan kebiasaan konsumen selama krisis. https://www.linkedin.com/advice/3/what-consequences-poor-crisis-management-y5fbf ↩︎
  2. Hal yang perlu dilakukan saat krisis. https://www.noggin.io/blog/the-8-dos-and-donts-of-crisis-communication ↩︎
  3. Hal yang jangan dilakukan saat krisis. https://www.diligent.com/resources/blog/crisis-management-dos-and-donts ↩︎
  4. Dampak media sosial pada krisis. https://www.forbes.com/sites/theyec/2023/08/15/why-social-media-can-make-or-break-a-crisis-response-plan/ ↩︎
  5. Kecepatan penyebaran krisis melalui media sosial. https://blog.hootsuite.com/social-media-crisis-management/ ↩︎

Tinggalkan komentar