PROMO Terbatas! Nerbitin Berita untuk Branding di Media Nasional Indonesia Hanya 700 Ribu, Cek Disini

Pengertian Equilibrium dalam Ekonomi, Contoh dan Prosesnya

Jasa Press Release Media Nasional

🚀🚀🚀

Garansi terbit 100%, harga terjangkau, dan penerbitan cepat.

Menurut KBBI equilibrium adalah keadaan setimbang atau sepadan. Istilah ini juga dipakai dalam ilmu ekonomi untuk menemukan harga pasar.

Bagaimana kesimbangan harga tersebut dapat tercapai? Simak penjelasan tentang equilibrium, contoh dan prosesnya berikut ini.

Apa yang Dimaksud dengan Equilibrium?

Equilibrium adalah titik pertemuan antara kuantitas penawaran dan permintaan pasar. Ketika keduanya seimbang maka harga akan cenderung stabil.

Pengertian lainnya mengatakan ekuilibrium sebagai kesepakatan harga antara penjual dan pembeli agar terjadi transaksi.

Kapankah Terjadi Equilibrium?

Gambaran keadaan yang terjadi di pasar yang tidak seimbang adalah sebagai berikut:

✅ Pasokan banyak → harga lebih murah → permintaan meningkat.

✅ Pasokan sedikit → harga lebih mahal → permintaan menurun.

Pada saat terjadi keseimbangan antara kuantitas pasokan dan permintaan, maka itulah kondisi ekuilibrium.

Bagaimana Kurva Harga Keseimbangan?

Untuk menentukan titik equilibrium, Anda membutuhkan kurva permintaan dan penawaran. 

Potongan antara dua garis tersebut adalah titik keseimbangannya, yang menghasilkan harga dan kuantitas keseimbangan.

Perhatikan kurva di bawah ini.

Keterangan: P = Harga, Q = Kuantitas, E = Ekuilibrium

Contoh kurva equilibrium di atas menunjukkan harga keseimbangan berada di Rp15.000 dan kuantitas keseimbangannya 15 unit.

Pada saat titik tersebut tercapai, maka harganya akan menjadi patokan di pasar.

Rumus Menghitung Ekuilibrium

Mencari keseimbangan kuantitas dan harga dapat dihitung dengan rumus persamaan berikut:

equilibrium adalah

Contoh Kasus Keseimbangan Pasar

Produsen sepatu A memproduksi 1.000 sepatu model terbaru dengan harga Rp200.000 per pasang. 

Namun, dengan harga segitu ternyata permintaan konsumen hampir tidak ada. 

Untuk mendongkrak penjualan, produsen mengurangi harga jualnya menjadi Rp180.000 per pasang. Kali ini ada 500 orang yang membelinya.

Melihat kenaikan minat, produsen lalu berinisiatif memangkas harga lagi. Kali ini menjadi hanya Rp150.000 per pasang. Akhirnya tercatat 1.000 pembeli dari harga tersebut.

Di sinilah terjadi keseimbangan antara kuantitas produk (1.000 buah sepatu) dan kuantitas permintaan (1.000 pembeli). 

Jadi, patokan harga pasar yang bisa digunakan adalah Rp150.000.

Proses Terjadinya Equilibrium

Dari contoh di atas, dapat tergambarkan bahwa untuk mendapatkan harga pasar ada proses produksi dan pengendalian harga. Berikut penjelasannya.

1. Produksi Barang

Penjual melakukan produksi untuk memenuhi permintaan konsumen. Ini sudah menjadi kewajiban dari penjual.

Produksi barang harus sesuai dengan jumlah permintaannya agar terjadi keseimbangan.

2. Pengendalian Harga

Harga yang terlalu mahal bisa merugikan konsumen. Sementara harga yang terlalu murah menyebabkan kerugian dari sisi penjual.

Bagaimana caranya agar seimbang? 

Harus ada kebijakan untuk menentukan harga tertinggi dan terendah.

Selain itu penjual dan pembeli juga bisa menyepakati harga dengan tawar-menawar.

Kesimpulan

Equilibrium adalah cara menemukan harga pasar, yang mana sangat penting jika Anda menjalankan usaha. Penawaran dan permintaan sangat memengaruhi naik turunnya harga sehingga keduanya harus diseimbangkan agar tidak terjadi ketimpangan.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

five × 3 =