10 Cara Jualan Online Laris di WhatsApp, Bisnis Makin Untung

cara jualan online laris di whatsapp

WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan paling banyak penggunanya di Indonesia.[1] Jadi, sudah sepatutnya pelaku bisnis tahu bagaimana cara jualan online laris di WhatsApp.

Strateginya bukan cuma menyebar pesan berantai atau membuat status promosi. Melainkan, ada banyak hal yang mesti diperhatikan jika Anda ingin fokus menggunakan WhatsApp sebagai platform jualan.

Oleh karenanya, kali ini kami akan membahas:

  • Bagaimana supaya jualan di WhatsApp laris.
  • Cara meningkatkan kredibilitas bisnis.
  • Cara mengumpulkan kontak pelanggan potensial.
  • Tips menawarkan produk melalui WhatsApp.
  • Dan masih banyak lagi.

Pelajari selengkapnya pada ulasan di bawah ini.

Bagaimana Cara Jualan Online Laris di WhatsApp?

Aplikasi WhatsApp dapat memangkas alur penjualan serta membantu Anda meningkatkan konversi. Berikut panduan cara jualan online laris di WhatsApp:

1. Daftar WhatsApp Business

Alasan utama mengapa sebaiknya Anda mendaftar WhatsApp Business alih-alih versi biasa karena fiturnya lebih lengkap.

WhatsApp Business memungkinkan Anda memiliki profil jualan yang propper

Beberapa fitur utamanya meliputi profil bisnis, pelabelan, balasan cepat, dan pesan otomatis

Selain itu Anda juga bisa membuat katalog produk seperti contoh di bawah ini:

2. Dapatkan Centang Hijau WhatsApp

Lencana verified atau centang hijau di WhatsApp dapat meningkatkan kredibilitas bisnis.

Untuk mendapatkannya Anda harus menggunakan WhatsApp Business API, yang mana alurnya cukup panjang.

Singkatnya, centang hijau hanya bisa diberikan kepada bisnis yang sudah jelas legalitasnya dan mendaftar melalui mitra resmi WhatsApp.

cara jualan online laris di whatsapp

Mengenai itu kami sudah menjabarkan secara lengkap di panduan cara mendapatkan centang hijau di WhatsApp

3. Kumpulkan Kontak WhatsApp

Strategi jualan di WhatsApp tidak ada gunanya jika kontak Anda sepi. Jadi, mulailah kumpulkan kontak pelanggan potensial melalui berbagai saluran.

Cara termudah adalah dengan berinteraksi di Facebook Group. Cara lainnya yaitu menambahkan kolom kontak WhatsApp di form pendaftaran website.

Tidak punya website? Buat kampanye iklan berbayar yang CTA-nya mengarah ke nomor WhatsApp Anda.

Dari semua saluran tersebut Anda bisa menyimpan sekaligus menandai kontak sesuai kategori. Apakah mereka membeli, tertarik atau sekadar ingin tahu.

Tips: Pengguna WhatsApp umumnya tidak suka menerima pesan dari orang asing. Jadi beri pengertian bahwa Anda akan menggunakan nomor mereka untuk promosi.

4. Cara Promosi dengan WhatsApp Broadcast

cara jualan online laris di whatsapp
Sumber: Trengo.com

Banyak penjual gagal mengonversi prospek lewat fitur broadcast di WA. Salah satu penyebabnya karena pesan mereka terlalu terkesan seperti spam.

Anda mungkin juga khawatir tentang hal tersebut. Lantas, apa solusinya? Paling tidak ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan.[2]

Pertama, buat pesan tersebut tetap human friendly, misalnya dengan menambahkan emoji atau menyebutkan nama pelanggan. 

“Hai, {nama_pelanggan}. Apa kabar? 😁”

Kedua, kirim pesan broadcast berdasar label atau kategori kontak. Jadi, Anda harus membuat beberapa template sekaligus.

Katakanlah Anda punya bisnis jersey sepak bola. Jangan kirim broadcast promosi jersey Liverpool ke kontak fans Manchester United.

Ketiga, hanya kirim pesan yang sifatnya penting. Mengirim broadcast setiap hari hanya akan membuat kontak Anda diblokir. 

5. Mengirim Pesan Follow Up

Mengirim pesan follow up masuk dalam cara jualan online laris di WhatsApp yang seringkali diabaikan. Padahal follow up dapat meningkatkan konversi.

Singkatnya, ini adalah tindak lanjut atas pesan pelanggan. Sebelumnya kami juga sudah pernah menjelaskan secara lengkap mengenai pentingnya follow up.

Beberapa contoh pesan yang bisa Anda kirim antara lain:

  • Ucapan terima kasih.
  • Menanyakan apakah mereka puas.
  • Meminta rujukan.
  • Menawarkan produk lainnya.
  • Menjaga komunikasi tetap terbuka.

Menurut Harvard Business Review, jumlah penjualan ke pelanggan baru memang selalu lebih besar. Tetapi follow up memperbesar peluang Anda supaya makin untung.[3]

6. Cara Jualan di WA Story

Seperti aplikasi Meta lainnya, WhatsApp juga memiliki fitur story sejak beberapa tahun lalu. Bahkan jumlah pengguna harian fitur ini hanya kalah dari Instagram.

Para pelaku bisnis pun langsung memanfaatkannya sejak hari pertama. Apalagi, story diketahui cukup efektif untuk menciptakan interaksi personal. 

Jenis konten yang bisa Anda buat misalnya:[4]

  • Kutipan motivasi.
  • Aktivitas di balik layar bisnis Anda.
  • Akses eksklusif ke promosi produk.
  • Konten infografis.
  • Video singkat.

Intinya, story WA tidak melulu harus berisi promosi. Beri sentuhan personal supaya terasa lebih dekat dengan pelanggan.

7. Dapatkan Loyalitas dengan Grup

Strategi selanjutnya yaitu dengan mengumpulkan pelanggan ke sebuah WhatsApp Group. 

Cara ini memang tidak selalu efektif untuk semua jenis bisnis, tetapi Anda bisa mengoptimalkan dengan beberapa tips.

Yang paling penting hindari menambahkan kontak ke grup tanpa seizin mereka. Biasanya mereka akan buru-buru keluar karena merasa tidak seharusnya berada di grup tersebut.

Cara yang tepat yaitu dengan mengajak orang-orang yang memang berminat masuk ke grup tersebut.

Dengan begitu Anda bisa mengumpulkan pelanggan loyal saja. Bahkan, faktanya grup WhatsApp lebih mudah menghasilkan pelanggan loyal daripada media sosial lain.[5]

Jenis bisnis seperti reseller atau jualan online course biasanya sangat membutuhkan grup WA.

8. Pilih Metode Pembayaran yang Praktis

Salah satu alasan pelanggan memilih bertransaksi di WhatsApp adalah ingin lebih praktis, termasuk pada proses pembayaran.

Sayangnya, beberapa bisnis online justru membuat pelanggan kerepotan. 

Sebagai contoh Anda hanya memiliki satu nomor rekening sehingga pelanggan harus menanggung biaya admin saat transfer.

Meski sekarang biaya admin cuma Rp2.500, tetapi tetap saja mereka tidak menginginkannya.[6]

Solusinya? Gunakan aplikasi pembayaran multi saluran atau payment gateway. Cukup berikan satu link pembayaran, setelah itu pelanggan bebas memilih metode pembayarannya sendiri.

Di sisi lain, Anda pun akan mendapat pemberitahuan instan saat pembayaran terjadi.

Aplikasi pembayaran untuk mendukung jualan di WhatsApp antara lain:

  • Flip,
  • Buku Warung,
  • Midtrans,
  • Faspay, dll.

9. Update Transaksi Secara Real-time

Sumber: infobip.com

Sebuah fakta menunjukkan bahwa 51% pelanggan menginginkan update informasi transaksi mereka secara real-time.[7] Mereka ingin tahu sesegera mungkin terkait progres pengiriman barangnya.

WhatsApp sendiri adalah tempat yang tepat untuk melakukan itu. Anda bisa memberitahukan progres pesanan dan mengirim nomor resi pengiriman secara instan.

Di level yang paling sederhana Anda bisa menggunakan aplikasi seperti keyboard Selly di HP. Fiturnya lengkap dan lagi tidak menarik biaya berlangganan.

Sedangkan untuk bisnis besar yang memiliki ribuan pelanggan, sebaiknya gunakan WhatsApp CRM.

10. Respons yang Cepat

Balasan yang cepat dan ramah sangat disukai pelanggan. Jika anda memberi jawaban secara instan, maka peluang terjadinya konversi juga semakin besar.

Ini adalah salah satu keuntungan dari WhatsApp Business. Selain menyediakan fitur quick response, aplikasinya juga bisa dibuka di lima device sekaligus.[8]

Dengan kata lain Anda bisa lebih responsif kepada pelanggan melalui lima orang CS sekaligus.

Bila perlu buat bot pesan WhatsApp untuk membalas otomatis terutama ketika ada pesan masuk di luar jam kerja. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan kehilangan prospek.

Penutup

Kesimpulannya, cara jualan online laris di WhatsApp adalah tentang mengelola pelanggan dan mengoptimalkan fitur-fitur yang ada. Untuk versi gratis Anda bisa menggunakan WhatsApp Business. Di sisi lain ada pula WhatsApp Business API untuk membuka lebih banyak fitur pendukung kelancaran bisnis Anda.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

11 − 3 =