10 Ide Bisnis Anak Muda di Jepang, Beda dari yang Lain

bisnis anak muda di jepang

Anda tinggal di Jepang dan berencana memulai bisnis? Mungkin beberapa ide bisnis anak muda di Jepang kali ini bisa menjadi inspirasi.

Menurut sebuah survei, 6,1 persen masyarakat Jepang berusia 18-34 tahun aktif dalam aktivitas kewirausahaan.[1]

Fakta tersebut menjadikan Jepang sebagai lingkungan yang cukup potensial untuk memulai sebuah bisnis.

Dalam daftar ini Anda akan mempelajari:‎

  • Ide bisnis rumahan di Jepang‎
  • Bisnis online yang menjanjikan.
  • ‎Peluang usaha yang unik di Jepang.
  • Dan masih banyak lagi.

Bisnis apa saja itu? Simak ulasan lebih lengkapnya.

Rekomendasi Bisnis Anak Muda di Jepang yang Bisa Ditiru

Berikut ide bisnis anak muda di Jepang dengan atau tanpa modal sama sekali:

1. Bisnis Jasa Fotografi dan Videografi

bisnis anak muda di jepang

Bisnis jasa fotografi maupun videografi punya peluang yang cukup bagus di Jepang. 

Salah satu alasannya karena banyak perusahaan kecil di Jepang membutuhkan konten foto dan video untuk web marketing mereka.

Anda bisa langsung menargetkan klien dari perusahaan atau korporasi.

Selain itu jajaki juga kemungkinan kerja sama dengan fasilitas umum seperti hotel, restoran, dan tempat wisata. Di bidang ini, jasa kamera sangat dibutuhkan.

Modalnya cuma butuh sebuah kamera dan perangkat desktop mumpuni untuk editing. Keuntungan yang bisa Anda dapat per klien mulai 30 USD – 2,000 USD.

2. Bisnis Makanan dan Minuman

Ide bisnis anak muda di Jepang selanjutnya, makanan dan minuman. Utamakan pilih makanan khas suatu negara seperti Turki, India, Korea, atau Indonesia.

Terdapat dua model bisnis yang bisa Anda pilih, yaitu membuka restoran atau impor dan ekspor bahan mentahnya.

Di Jepang, preferensi menjadi semakin beragam. Mereka menyukai makanan yang unik dari berbagai negara.

Anda sebaiknya membuat business model canvas yang matang dalam perencanaannya karena bisnis ini butuh modal yang tidak sedikit.

3. Bisnis Pekerjaan Rumah

bisnis anak muda di jepang

Banyak orang Jepang tidak memiliki waktu untuk membersihkan rumahnya. Bisa jadi karena alasan usia lanjut atau sibuk bekerja.

Layanan pekerjaan rumah sangat dibutuhkan di Jepang. Jadi, tidak ada salahnya menjajaki peluang ini.

Pekerjaannya bukan cuma bersih-bersih, tetapi juga mencakup jasa belanja, memasak dan menjaga anak.

Anda bisa mencontoh beberapa bisnis jasa bersih-bersih rumah di Indonesia lalu membawanya ke Jepang.

Biaya per jamnya berkisar 20 – 30 USD. Menjanjikan, bukan?

4. Bisnis Bahasa Inggris

Sangat sedikit orang Jepang yang menguasai bahasa Inggris. Bahkan menurut penelitian, yang bisa berbahasa Inggris dengan lancar jumlahnya di bawah 8% untuk.

Itulah mengapa Jepang berada di urutan ke-53 global dalam kecakapan bahasa Inggris pada 2019.[2]

Oleh karenanya, bisnis penerjemah hingga kursus bahasa Inggris di sana cukup banyak permintaannya.

Beberapa bahasa asing lain yang juga cukup diminati di Jepang antara lain Spanyol, Korea, dan Mandarin.[3]

Rata-rata fee di sana mulai 50 USD per jam. Jika sebulan empat kali pertemuan, Anda bisa menghasilkan 200 USD per klien.

5. Bisnis Tour Guide Personal

bisnis anak muda di jepang

Berkaitan dengan fakta sebelumnya, jika Anda fasih berbahasa Inggris maka banyak peluang bisnis terbuka lebar di Jepang. Sebagai contoh bisnis tour guide.

Targetnya jelas, wisatawan asing yang berkunjung ke Jepang. Anda bisa menawarkan jasa tour guide ke destinasi wisata atau ke tempat kuliner.

Jual bisnis Anda melalui media sosial, local SEO atau gunakan Airbnb Experience supaya mudah ditemukan klien.

Airbnb Experience adalah semacam aktivitas tur tatap muka atau online dipandu oleh expert lokal yang sangat memahami tempat tersebut.[4]

Dengan modal nol, Anda berkesempatan mendapat penghasilan 20 – 30 USD per jam untuk satu wisatawan atau kelompok.

6. Bisnis Penyewaan Sepeda

Di Indonesia bisnis ini mungkin agak sulit menemukan pasarnya selain di tempat wisata. Akan tetapi, Jepang adalah negara yang sangat ramah dengan pesepeda. Tidak heran bisnis penyewaan sepeda tumbuh dengan baik di sana. 

Bahkan Tokyo merupakan kota paling padat pengendara sepeda di dunia. Di pusat kota Tokyo Anda sangat mudah menemukan tempat sewa sepeda.[5] 

Untuk memulai bisnis ini, sebaiknya spesifik menyasar target wisatawan asing.

Harga sepeda di sana antara 40 – 400 USD. Katakanlah ini modal awalnya. Sedangkan biaya sewanya sekitar 7 USD per hari.[6]

7. Bisnis Subscription Box

bisnis anak muda di jepang

Anda mungkin tidak terlalu familier dengan model bisnis subscription box, tetapi ini cukup populer di Jepang terutama kalangan remaja.

Singkatnya, konsumen berlangganan untuk menerima kotak berisikan produk-produk tertentu setiap bulannya. Isinya bisa berupa permen, coklat, ramen, minuman, mainan, alat tulis, dan lain-lain.

Contoh suksesnya seperti bisnis Candy Japan milik Bemmu Sepponen. Dengan biaya mulai 12.95 USD, konsumen akan mendapat dua kotak setiap bulannya.[7]

Margin keuntungan bisa mencapai 40%-60%‎ per kotak.

Namun karena pasarnya sangat kompetitif, maka Anda harus menemukan niche yang tepat.

8. Bisnis Online di Mercari

Pilihan bisnis paling mudah yaitu berjualan online di e-commerce. Kami menyarankan situs web Mercari.

Mercari adalah platform marketplace dengan pangsa pasar terbesar di Jepang. Hingga 2022, jumlah pengguna aktifnya sudah mencapai 20 juta orang.[8]

Ini seperti Tokopedia-nya Jepang yang menjadi pesaing Rakuten dan Amazon. 

Cara memulai bisnisnya sangat mudah. Daftarkan diri Anda di Mercari Jepang, list produknya dan lalu mulai jualan.

Jika Anda butuh ide barang apa yang laku dijual di Jepang, statistik berikut ini mungkin berguna.[9]

Pakaian dan aksesori serta barang-barang hobi menjadi yang paling sering dibeli di e-commerce Jepang.

Tonton video berikut untuk belajar bagaimana berjualan lewat Mercari Jepang.

9. Bisnis Layanan Pindahan

Jika Anda punya modal cukup besar dan kemampuan manajemen yang baik, ini adalah ide bisnis yang patut dicoba. Risikonya besar, tetapi prospeknya juga sangat menjanjikan.

Layanan pindahan di Jepang sendiri terkenal dengan pelayanannya yang prima. Lihat saja bagaimana mereka menangani klien di video berikut ini.

Pendapatan dari bisnis ini sebagian besar berasal dari jasa packing dan unpacking. Beberapa perusahaan menyediakan layanan tambahan seperti. Misalnya, untuk rumah bertingkat dikenakan biaya tambahan.

Mulai dulu dengan armada dan tim seadanya, lalu mulai kembangkan bisnisnya seiring bertambahnya modal.

Sebagian besar layanan pindahan rumah di Jepang menawarkan tarif antara 200 – 350 USD.[10]

10. Memonetisasi Platform YouTube

Rekomendasi ide bisnis anak muda di Jepang yang terakhir adalah monetisasi YouTube.

Faktanya, revenue sharing dari iklan AdSense yang tayang di YouTube Jepang lebih besar dari Indonesia. 

Jadi, tidak harus memiliki 1 juta subscriber dulu untuk mendapat bayaran yang cukup dari Google. Syarat monetisasinya cuma memiliki 4.000 jam tayangan dan minimal 1.000 subscriber.

Jepang termasuk negara tier 2 untuk AdSense.

Kami menggunakan AdSense Revenue Calculator untuk memperkirakan penghasilan Anda setahun dengan 100 ribu views per bulan di kategori gaming.[11]

Estimasinya adalah 4,000 USD per tahun atau sekitar Rp60 jutaan.

Sama seperti di Indonesia, YouTube juga menjadi platform tontonan yang sangat populer di Jepang. Maka dari itu Anda tidak akan kesulitan mencari penonton.[12]

Jika penasaran, inilah daftar YouTuber teratas Jepang berdasar jumlah subscriber-nya:

Penutup

Kesimpulannya, banyak hal yang bisa menjadi ide bisnis anak muda di Jepang. Mulai dari yang paling simple seperti menjadi YouTuber hingga ide bisnis layanan pindahan rumah. Selanjutnya, tergantung bagaimana Anda melihat peluang tersebut dan mengeksekusinya.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

three × 5 =