Arti Packing dalam Industri dan Bedanya dengan Packaging

arti packing

Anda pasti sering mendengar istilah packing. Secara harfiah arti packing dalam bahasa Inggris sebenarnya lazim digunakan dalam bahasa sehari-hari.

Misalnya, “Saya sedang packing baju untuk pergi berlibur besok.”

Akan tetapi, istilah packing juga identik di aktivitas jual beli dan logistik. Itulah yang akan kami jelaskan, yaitu mengenai pengertian packing dalam industri.

Topik pembahasan kali ini meliputi:

  • Artinya packing itu apa?
  • Bagaimana proses packing barang?
  • Apa bedanya dengan packaging?
  • Dan masih banyak lagi.

Langsung saja simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Arti Packing Barang dalam Industri?

Pengertian packing adalah tindakan mengemas barang. Dalam bahasa Indonesia juga disebut pengepakan atau pengemasan.[1]

Sedangkan arti packing dalam jual beli yaitu proses mengemas barang yang akan dikirim ke suatu tempat. Ini mencakup mengatur dan membungkusnya supaya ringkas.[2]

Misalnya Anda membeli printilan menjahit di toko online. Tentunya penjual akan mengemas semua itu dengan satu wadah supaya lebih mudah dikirim alih-alih membungkusnya satu persatu.

Di satu sisi, pengemasan barang juga tidak selalu sama, tergantung kebutuhan. Kadang-kadang Anda cukup membungkusnya plastik, tetapi mungkin juga perlu menggunakan kotak kayu.

Apa Tujuan Packing Barang?

Setidaknya ada dua alasan mengapa pengepakan barang itu penting dalam jual beli dan logistik. Berikut tujuan packing secara umum:

1. Menjaga Barang Supaya Tidak Rusak

Tujuan packing yang pertama tidak lain membuat barang tetap aman dan tidak rusak sampai ke tujuan.[3]

Sebagai contoh Anda membeli TV secara online. Supaya TV-nya tidak rusak di perjalanan, penjual akan membungkusnya dengan aman.

Pasalnya, apabila terjadi kerusakan barang maka penjual mungkin perlu mengganti dan mengulangi proses pengiriman. Pastinya itu merepotkan.

Akhirnya, penjual maupun pembeli sama-sama rugi secara materiil dan waktu.

2. Menghemat Biaya Pengiriman Barang

Seperti kami sebutkan di awal bahwa arti packing adalah tentang membungkus supaya ringkas. 

Bayangkan jika Anda membeli lima barang di toko online kemudian harus dikirim dengan lima bungkus berbeda pula. Pasti akan mahal, bukan?

Dengan packing, kelima barang tersebut bisa masuk ke satu wadah saja. Jadi, lebih praktis hemat biaya pengiriman barangnya.

Proses Packing Barang untuk Dikirim

Sementara itu proses Pengepakan harus memiliki SOP yang jelas. Tidak heran biasanya ada divisi tersendiri hanya untuk pengepakan karena proses ini cukup rumit. Bagaimana proses packing? Berikut penjelasannya:

Proses 1: Penentuan Bahan Packing

Saat mengemas barang pastikan paketnya aman. Pasalnya, Anda tidak tahu apa yang bakal terjadi selama proses tersebut. 

Maka dari itu perhatikan pemilihan bahan pelindung sesuai dengan jenis barang di dalamnya. 

Paling umum adalah bahan kardus. Untuk produk-produk kecil, amplop kertas juga masih masuk akal.

Namun, barang berukuran besar atau rapuh wajib menggunakan pelindung ekstra kuat seperti kotak kayu.[4]

Jika Anda menggunakan bahan-bahan bekas seperti kardus bekas, cek dulu apakah kondisinya masih bagus.

Proses 2: Packing Berlapis

Mengirim barang melalui jasa logistik berbeda dengan mengantar barang jarak dekat. Anda tidak boleh sekadar memasukkannya ke dalam wadah atau kantong plastik.

Demi menjamin keamanan dan keselamatan barang sampai ke tangan penerima, pengepakannya wajib berlapis.

Pada lapisan pertama Anda bisa cuma membungkusnya dengan plastik. Akan tetapi, setelah itu harus dilapisi lagi dengan bubble wrap atau styrofoam.

Kemudian masukkan paketnya ke dalam kotak kardus, lalu lapisi lagi dengan lakban secukupnya.

Intinya, pengemasan harus berlapis-lapis untuk mengurangi dampak eksternal pada barang yang ada di dalamnya.

Proses 3: Stiker Peringatan

Langkah ketiga ini sifatnya opsional. Anda membutuhkannya ketika barang yang hendak dikirim tergolong pecah belah atau rapuh.

Tambahkan stiker peringatan jika barangnya berupa bingkai foto, alat elektronik, gelas, botol, dan semacamnya.

Ini bertujuan supaya petugas sortir dan kurir dari jasa logistik yang mengantar lebih berhati-hati dalam memperlakukan barang tersebut.

Kalimat peringatan pada packing contohnya, “Jangan dibanting”, “Barang pecah belah”, “Fragile”, atau “Handle with care”.

Proses 4: Data Pengiriman

Langkah terakhir dalam proses packing yaitu melengkapi data pengiriman. 

Kabar baiknya, data pengiriman sekarang bisa langsung tercetak sesuai yang data yang masuk dari pesanan di marketplace. Jadi, Anda tidak perlu repot menulis secara manual.

Data pengiriman meliputi alamat penerima, nama, dan nomor HP. Sedangkan pengirim biasanya hanya perlu mencantumkan nama dan nomor HP.

Proses 5: Pemilihan Jasa Pengiriman

Barang sudah siap, proses selanjutnya yaitu mengantarnya ke jasa logistik terdekat. 

Lebih mudahnya, sekarang juga sudah banyak tersedia layanan penjemputan paket dari rumah.

Di sini perhatikan pemilihan jasanya. Barang-barang besar dan berat sebaiknya menggunakan jenis pengiriman kargo. Selain lebih aman, harganya pun lebih murah daripada jenis pengiriman biasa.

***

Begitulah kurang lebih proses packing barang dalam jual beli dan industri logistik.

Sebagai contoh, tonton video cara pengepakan yang sesuai SOP dari jasa logistik JNE berikut ini:

Tips Packing Barang Supaya Aman

Seperti Anda lihat pada video di atas, proses pengepakan ternyata memiliki standar. Tidak jarang penjual harus mengemas ulang barangnya karena terlalu riskan.

Supaya lebih aware soal packing, berikut kami berikan tips mengepak berbagai jenis barang untuk pengiriman:

  • Packing harus dapat melindungi barang di dalamnya.
  • Hindari ruang kosong supaya barang tidak banyak bergerak.
  • Perhatikan keamanan sisi luarnya supaya tidak mudah dijebol orang.
  • Sesuaikan ukuran dan beratnya dengan ketentuan dari jasa logistik.
  • Kemudian buat pengemasan semenarik mungkin untuk konsumen.
  • Terakhir, pilih jasa pengiriman terbaik dari segi pelayanan dan harga.

Apa Bedanya Packing dengan Packaging?

Selain packing, Anda pasti juga familier dengan istilah serupa yaitu packaging. Banyak orang menganggapnya sama padahal definisi keduanya berbeda.

Jadi, apa yang membedakan packing dan packaging?

Dari pengertiannya, arti packing intinya adalah mengumpulkan barang ke suatu wadah, lalu mengemasnya dengan rapi dan aman untuk kemudian dikirim.

Sementara packaging artinya rancangan wadah atau pembungkus produk untuk disajikan ke pelanggan.[5]

Packaging alias kemasan ini memang cuma untuk melindungi produk. Jadi, fungsinya lebih spesifik dari proses pengepakan.

Singkatnya, packaging dilakukan oleh produsen sedangkan pengepakan oleh penjual atau retailer.

Supaya lebih jelas, simak tabel perbedaan berikut ini:

PerbedaanPackingPackaging
PengertianMengemas produk-produk ke suatu tempat supaya ringkas.Desain kemasan visual produk.
FungsiMengamankan produk saat pengiriman.Mewadahi produk, branding dan pemasaran.
TujuanKeamanan produk.Menarik pelanggan, meningkatkan brand awareness.
BahanPelindung yang aman sesuai jenis barangnya.Umumnya hanya plastik, kertas atau kardus.

Bagaimana? Sekarang sudah jelas kan soal perbedaan antara packing dan packaging? Bedanya tipis, tidak heran jika seringkali membuat bingung.

Penutup

Kesimpulannya, arti packaging dalam industri sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penggunaannya dalam bahasa sehari-hari. Ini adalah tentang mengemas barang supaya rapi. Namun karena tujuannya untuk distribusi, maka pengemasan tersebut harus sesuai standar keamanan tertentu.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

three − 1 =