Pada pertengahan 2025 kami sempat membahas Generative Engine Optimization (GEO), evolusi SEO yang beradaptasi dengan AI search. Belum genap setahun, perkembangannya sudah jauh lebih masif.
Baru-baru ini kami mengikuti webinar gratis kolaborasi Exabytes dan DailySEO ID tentang cara muncul di AI search bagi brand. Topik ini makin mendesak karena AI Overview (AIO) Google telah membuat traffic makin sulit didapat dan zero-click makin dominan.
Lantas, apa solusinya bagi brand?
Mindset Sebelum Memulai: GEO Bukan untuk Traffic
Sebelum masuk ke teknis cara muncul di AI search, ada satu mindset yang wajib Publikasimedia luruskan.
GEO bukan channel untuk mengejar traffic maupun konversi. Tujuan utamanya adalah branding, yakni membangun kehadiran serta relevansi di benak AI.
Kenapa bukan traffic?
Mention dalam AI search memang bisa menghasilkan klik, tetapi volumenya tidak sebesar yang Anda bayangkan. Kehadiran fitur AIO Google sendiri terbukti telah menurunkan jumlah klik ke website hingga 58%.1

Data ini selaras dengan temuan SparkToro pada 2024, di mana hampir 60% pencarian di Google AS tidak menghasilkan klik sama sekali ke situs manapun akibat AIO.2
Dari sini terlihat jelas perbedaan GEO dengan SEO:
- SEO → growth, konversi, traffic,
- GEO → awareness, relevansi, brand presence.
Dengan mindset ini, mari mulai belajar cara muncul di AI dengan strategi optimasi GEO.
Cara Optimasi GEO Supaya Brand Muncul di AI Search
Dalam webinar yang kami sebutkan di awal, Ilman Akbar (founder DailySEO ID) menjelaskan beberapa langkah optimasi yang dapat diupayakan oleh brand:
1. Memastikan Brand Muncul dengan Deskripsi yang Benar Dulu
Langkah pertama adalah memverifikasi apakah AI sudah mengenal brand Anda dan apakah informasinya akurat.
Caranya mudah. Buka ChatGPT, Gemini, Claude, atau Copilot, lalu ketik prompt:
“Apa itu [nama brand Anda]?”
Beberapa AI akan melakukan live browsing untuk mencari jawaban. Namun, jika ingin murni dari hasil training mereka, tambahkan instruksi:
“Jangan lakukan live browsing.”

Jika jawabannya sudah benar dan relevan, Anda bisa langsung skip penjelasan ini, lalu lanjut ke langkah kedua.
Namun, apabila jawaban AI masih keliru atau “halusinasi”, artinya brand Anda belum cukup terwakili dalam data training LLM. Maka, prioritas utamanya adalah memperbaiki kondisi ini.
Berikut langkah-langkahnya:
- Manfaatkan owned media seperti website dan media sosial untuk mendeskripsikan brand secara konsisten.
- Optimasi on-page SEO pada halaman khusus brand dan produk.
- Jaga konsistensi deskripsi di semua channel yang Anda kelola.
- Lakukan berbagai aktivitas brand building jangka panjang agar nama brand Anda masuk ke data training LLM.
Ingat, ini bukan hanya urusan SEO. Brand building yang kuat membutuhkan kontribusi lintas divisi.
2. Buat Brand Direkomendasikan di Kategorinya
Kebanyakan brand, terutama yang sudah cukup lama eksis, pasti lolos pertanyaan pertama tadi, tetapi tidak banyak yang mampu menembus rekomendasi AI.
Berhubung sekarang banyak pengguna meminta rekomendasi langsung kepada AI, maka sebisa mungkin brand harus muncul di sana. Caranya?
Untuk menguji posisi brand Anda, coba tulis prompt seperti ini:
“Rekomendasikan ke saya [nama kategori produk/jasa Anda] yang [tambahkan poin spesifik].”
Contoh:
“Rekomendasikan ke saya sepatu running lokal yang awet tapi harganya terjangkau.”
“Rekomendasikan ke saya jasa SEO di Jakarta.”

Brand Anda muncul? Selamat!
Akan tetapi, jika tidak dan yang muncul justru kompetitor, PR Anda berarti masih banyak.
Strategi cara muncul di AI search sesuai kategori industri Anda meliputi:
- Bangun topical authority melalui konten secara rutin dan mendalam pada kategori spesifik.
- Buat landing page khusus untuk setiap kategori produk atau jasa Anda.
- Kembangkan konten media sosial yang relevan dengan caption yang SEO-friendly.
- Jalin kolaborasi untuk memperkuat asosiasi brand dengan kategori bisnis Anda.
- Lakukan publikasi di media untuk memperluas jangkauan serta otoritas brand.
Kuncinya adalah asosiasi brand.
Perlu dipahami bahwa output LLM berbasis probabilitas. AI memprediksi kata atau kalimat yang paling mungkin muncul setelah sebuah prompt.
Jadi, makin kuat asosiasi antara nama brand dengan kategori bisnis Anda di berbagai sumber di internet, makin besar peluang AI menyebut Anda.

3. Menjaga agar Brand Tetap Konsisten Muncul di AI Search
Meski banyak publisher dan kreator konten menyebut AIO Google sebagai ancaman, Sundar Pichai, CEO Google, dalam wawancaranya bersama TheVerge mengatakan hal sebaliknya:
“Konten dan tautan yang muncul di dalam AI Overview ternyata mendapatkan CTR yang lebih tinggi dibanding konten yang hanya muncul di luar AI Overview.”3
Sundar Pichai (CEO Google)
Artinya, asal brand Anda konsisten muncul di AI search, terutama AIO Google, peluang mendapatkan traffic besar masih terbuka.
Apa saja hal yang perlu dilakukan?

Pertama, perhatikan teknis. Google mengatakan bahwa salah satu cara muncul di AI search Google adalah membuat website mudah di-crawl.4
Kedua, konten yang orisinal, bermanfaat, serta memenuhi kebutuhan pengguna lebih berpeluang tampil di AI Overview maupun hasil pencarian klasik. Pada wawancara yang sama, Pichai menekankan pentingnya memiliki ekosistem konten berkualitas. Tanpa itu, AI tidak punya bahan untuk dirangkum.
Ketiga, kebaruan konten. Ahrefs melaporkan bahwa AI suka mengutip konten baru dibanding konten lama.5 Brand perlu menjaga pembaruan konten secara rutin agar tetap relevan di mata AI.

Perkuat Strategi GEO Anda!
Dari pembahasan di atas, cara muncul di AI search sangat lekat dengan strategi konten yang tepat serta upaya membangun otoritas.
Salah satu pilar yang krusial di sini adalah publikasi di media online. Ketika brand mendapatkan mention oleh media-media tepercaya, asosiasi antara nama brand dan kategori industri Anda makin menguat di berbagai sumber.
Publikasimedia menyediakan jasa distribusi press release ke lebih dari 100 media online di Indonesia. Kami dapat membantu brand Anda membangun jejak digital yang konsisten, otoritatif, serta mudah dikenali AI.
Referensi (terakhir diakses pada 22/4/2026):
- Penurunan CTR akibat AI Overview Google. https://ahrefs.com/blog/ai-overviews-reduce-clicks/ ↩︎
- Studi SparkToro tentang zero-click search di AS. https://sparktoro.com/blog/2024-zero-click-search-study-for-every-1000-us-google-searches-only-374-clicks-go-to-the-open-web-in-the-eu-its-360/ ↩︎
- Penjelasan CEO Google tentang dampak AI Overview pada CTR. https://www.theverge.com/24158374/google-ceo-sundar-pichai-ai-search-gemini-future-of-the-internet-web-openai-decoder-interview ↩︎
- Saran Google agar konten lebih perform di AI Overview. https://developers.google.com/search/blog/2025/05/succeeding-in-ai-search?hl=en ↩︎
- AI cenderung mengutip konten fresh. https://ahrefs.com/blog/do-ai-assistants-prefer-to-cite-fresh-content/ ↩︎