Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional, Pilih yang Mana?

Loading...

Meski produk asuransi banyak jenisnya, Anda harus tahu perbedaan asuransi syariah dan konvensional.

Gambarannya persis seperti di perbankan. Konsep syariah dibuat karena masyarakat Indonesia rata-rata muslim, sedangkan konvensional untuk umum.

Apakah cara kerja kedua jenis asuransi tersebut sangat berbeda sehingga harus dipisahkan?

Supaya lebih paham, pada artikel ini Anda akan mempelajari:

  • Pengertian asuransi syariah dan bedanya dengan konvensional.
  • Manfaat yang bisa Anda dapatkan jika menggunakannya.
  • Saran pemilihan asuransi yang tepat untuk Anda.

Lebih lengkapnya, simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Asuransi?

Asuransi adalah kontrak antara pihak penanggung dan tertanggung, di mana pihak tertanggung wajib membayar premi agar mendapat manfaat dari penanggung. [1]

Manfaat yang dimaksud berbentuk perlindungan risiko finansial dari apabila terjadi suatu hal sesuai dengan perjanjian.

Apa Itu Asuransi Syariah?

Asuransi syariah berpegang pada prinsip sharing risk (berbagi risiko) antara pihak-pihak terkait. Cara pengelolaan ini lebih adil karena tujuannya saling menolong. [3]

Cara kerja prinsip syariah yaitu melalui investasi aset. Adapun manfaat atau klaimnya menggunakan akad yang mengacu pada pedoman syariah. 

Hal-hal yang tidak ada dalam asuransi syariah yaitu:

  • perjudian,
  • penipuan,
  • riba,
  • penganiayaan,
  • suap,
  • barang haram.
perbedaan asuransi syariah dan konvensional
Sumber: vadimguzhva from Getty Images

Dengan sharing risk, berarti risiko menjadi tanggungan bersama. Begitu pula keuntungan dari investasi asetnya, yang akhirnya akan kembali ke para peserta. 

Prinsip inilah yang menjadi perbedaan asuransi syariah dan konvensional.

Intinya, ketika menggunakan syariah, Anda tidak perlu khawatir lagi dengan ketidakpastian. 

Apalagi, selain mendapat proteksi finansial, asuransi syariah juga dapat mempererat tali persaudaraan serta kepedulian antar sesama.

Kelebihan Asuransi Syariah

Umat muslim di Indonesia mungkin perlu lebih melek terhadap kategori asuransi ini. Pasalnya, asuransi syariah memiliki beberapa kelebihan, antara lain:

Asuransi yang Anti Riba

Riba adalah kekhawatiran utama umat muslim ketika menggunakan produk keuangan. Namun, dalam prinsip asuransi syariah, prosesnya dijamin anti riba.

Premi dan pengelolaan dananya tanpa bunga. Jadi, ini sama sekali tidak memberatkan peserta (pihak tertanggung) dan halal.

Menggunakan Prinsip Tolong Menolong

perbedaan asuransi syariah dan konvensional
Sumber: Khwanchai Phanthong’s Images

Akad tabarru’ dalam prinsip syariah bertujuan tolong menolong antar peserta, bukan untuk kebutuhan komersial.

Dengan akad tersebut, para peserta asuransi pun berkesempatan untuk membantu peserta lain yang tertimpa musibah.

Pengelolaan Dana Terjamin

Dana dari peserta dikelola sesuai kaidah syariah. Perusahaan tidak berfokus pada mencari keuntungan sendiri, melainkan juga memperhatikan pesertanya.

Salah satu kelebihannya yakni soal surplus pengelolaan dana. Di sini peserta akan mendapat bagiannya sesuai jenis produk yang mereka beli.

Apa Itu Asuransi Konvensional?

Asuransi konvensional adalah asuransi yang menonjolkan prinsip risk transfer (pemindahan risiko). Inilah kategori asuransi paling umum di masyarakat.

Maksudnya, risiko ekonomis sepenuhnya dipindahkan dari pihak peserta ke perusahaan asuransi. [2]

perbedaan asuransi syariah dan konvensional
Sumber: D-Keine from Getty Images Signature

Jenis-jenis asuransi konvensional misalnya asuransi kendaraan, kesehatan dan jiwa.

Kelebihan Asuransi Konvensional

Meski katanya penuh ketidakpastian, bukan berarti cara konvensional ini merugikan. Berikut beberapa kelebihan asuransi konvensional:

Klaim yang Didapat Lebih Besar

Beberapa perusahaan asuransi menawarkan premi ringan dengan pengembalian atau klaim yang terbilang besar. 

Bagaimana itu mungkin terjadi?

Ternyata, dalam prinsip konvensional perusahaan memiliki lebih banyak pilihan cara untuk mengelola dana pesertanya. 

Dengan begitu mereka bisa memberikan manfaat atau klaim lebih besar. 

Menggunakan Konsep Jual-beli

Prinsip transfer risk seperti konsep jual-beli. Intinya, ketika membeli sebuah produk asuransi, maka Anda otomatis memiliki perlindungan risiko.

Beban pertanggungan berpindah sepenuhnya kepada pihak perusahaan asuransi. Jadi, Anda tidak perlu lagi merasa khawatir.

Misalnya, jika jatuh sakit atau mobil rusak, maka pihak penanggung pasti akan menggantinya melalui proses klaim.

Kompensasi Jika Tidak Ada Klaim

perbedaan asuransi syariah dan konvensional
Sumber: Minerva Studio

Sudah beli produk asuransi kesehatan satu tahun, tetapi dalam kurun waktu tersebut Anda sama sekali tidak sakit. Apakah uang premi bisa kembali?

Sayangnya, dalam prinsip konvensional, uang premi memang akan hangus begitu masa perlindungan selesai. Namun, beberapa perusahaan menawarkan bonus. 

Biasanya ini disebut kompensasi “no claim”. Nominalnya tergantung dengan polis atau kesepakatan di awal.

Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional

Sampai di sini, apakah Anda sudah bisa membedakan antara asuransi syariah dan konvensional?

Supaya lebih mudah membedakan keduanya, simak tabel di bawah ini:

PerbedaanKonvensionalSyariah
Prinsip PengelolaanTransfer riskSharing risk
Kontrak/AkadTabarru’ (tolong menolong)Ditanggung perusahaan asuransi
Kepemilikan DanaKolektif/kepemilikan bersamaPengelolaannya oleh perusahaan asuransi
KeuntunganAda pembagian surplus pengelolaanTidak ada pembagian surplus pengelolaan

Jadi, sebaiknya pilih jenis asuransi yang mana?

Penutup

Sumber: PRImageFactory from Getty Images

Perbedaan asuransi syariah dan konvensional di atas menunjukkan kelebihan masing-masing kategori. Pilihannya tergantung pada kebutuhan dan keyakinan Anda.

Jika ingin mendapatkan perlindungan penuh dalam jumlah besar, asuransi konvensional lebih cocok. Di satu sisi, bagi masyarakat muslim yang tidak mau terikat riba dan ketidakpastian, pilihlah asuransi syariah.

Terakhir, pastikan juga Anda memilih asuransi terpercaya yang berada dalam pengawasan lembaga OJK maupun DPS.

Tinggalkan komentar