Rumus Modal Akhir: Penjelasan, Cara Menghitung dan Contohnya

rumus modal akhir

Pelaku bisnis perlu memahami rumus modal akhir serta bagaimana cara menghitungnya. Pasalnya, laporan modal akhir diperlukan dalam pembukuan.

Menghitung modal akhir juga dapat mempermudah pengoperasian bisnis pada periode selanjutnya. Selama alur kas tercatat dengan baik, maka pasti mudah mengetahuinya.

Kali ini kami akan menjelaskan:

  • Pengertian modal akhir dalam bisnis.
  • Perbedaannya dengan modal awal.
  • Rumus modal akhir.
  • Contoh soal dan penyelesaiannya.

Berikut pembahasan lengkapnya.

Apa yang Dimaksud dengan Modal Akhir Bisnis?

Secara umum modal akhir bisnis adalah besaran uang yang akan menjadi modal bisnis Anda pada periode berikutnya.[1]

Jumlah ini didapat dari keseluruhan modal awal dan laba/rugi bisnis Anda dikurangi penggunaan pribadi.

Jadi, penghitungan ini hanya bisa dilakukan setelah bisnis berjalan selama satu periode karena Anda membutuhkan banyak informasi alur kas.

Apa Bedanya Modal Awal dan Modal Akhir?

Dari namanya sudah mendeskripsikan maksud dari kedua istilah akuntansi tersebut.

Modal awal adalah penghitungan biaya yang dibutuhkan untuk memulai bisnis. Misalnya Anda ingin membuka franchise minuman, maka Anda harus menyiapkan modal awal untuk membuka gerainya.

Sementara menghitung modal akhir harus mengetahui pendapatan dan pengeluaran dari bisnis yang sudah berjalan.

Apa Saja Komponen Modal Akhir?

rumus modal akhir

Sebelum kami tunjukkan rumusnya, Anda harus mengetahui dulu tiga komponen utama yang masuk dalam penghitungan modal akhir.[2]

Ketiganya adalah modal awal, laba/rugi serta prive. Berikut penjelasan tiap-tiap komponen tersebut:

1. Modal Awal

Pertama, mengetahui modal awal bisa dihitung dengan cara menjumlahkan seluruh uang yang diinvestasikan untuk kelangsungan bisnis.[3]

Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

  • Investasi: Belanja keperluan penunjang bisnis.
  • Modal kerja: Biaya untuk membeli bahan baku.
  • Operasional: Biaya untuk kegiatan operasional bisnis.

2. Laba/Rugi Bisnis

Komponen selanjutnya yaitu besaran laba/rugi bisnis Anda setelah beroperasi. 

Anda akan mengetahuinya dengan menghitung selisih antara pendapatan dengan pengeluaran. Jika lebih dari nol, maka itu untung. Namun, apabila hasilnya minus berarti bisnis Anda rugi.

3. Prive

Sebagai pemilik bisnis Anda mungkin pernah menggunakan uang bisnis untuk keperluan pribadi. Itulah yang disebut prive.

Singkatnya prive adalah penarikan uang dari modal oleh investor maupun pemilik bisnis.[4]

Meskipun Anda pemiliknya, tetapi jangan anggap abaikan pengeluaran pribadi dari kas. Jadi, Anda wajib mencatat semua prive, oke?

Bagaimanakah Cara Menghitung Modal Akhir?

Apabila laporannya lengkap, maka penghitungan modal akhir jauh lebih mudah.

Di sini Anda bisa menggunakan beberapa cara, tergantung apa yang diketahui. Berikut rumus modal akhir:

Jika diketahui laba maka rumusnya:

Modal Akhir = Modal Awal + (Laba – Prive)

Jika diketahui rugi, maka rumusnya:

Modal Akhir = Modal Awal – Rugi – Prive

Jika tidak diketahui laba/rugi, maka rumusnya:

Modal Akhir = Modal Awal + Pendapatan – Semua Beban – Prive

Dari ketiga rumus tersebut, bisa disimpulkan bahwa modal akhir sebuah bisnis sangat dipengaruhi oleh modal awal, laba dan prive.[4]

Supaya lebih paham, simak beberapa contoh soal beserta penyelesaiannya berikut ini.

Contoh Soal Modal Akhir 1

Riko mendirikan bisnis jasa laundry “Bersih” dengan modal awal sebesar Rp45.000.000. Selama empat bulan bisnis berjalan, Riko memperoleh pendapatan sebesar Rp15.000.000. 

Di sisi lain, Riko masih harus membayar beban mencakup tagihan listrik Rp2.000.000, gaji karyawan Rp3.500.000 dan sewa tempat Rp5.000.000.

Kemudian Riko juga sempat menarik uang perusahaannya untuk keperluan pribadi dengan total Rp2.000.000. 

Berdasarkan ilustrasi soal di atas, berapa modal akhir bisnis laundry “Bersih” milik Riko?

Penyelesaian:

Modal awal = Rp45.000.000

Pendapatan = Rp15.000.000

Prive = Rp2.000.000

Semua beban = Rp10.500.000

Pada soal di atas tidak diketahui laba/ruginya, karenanya gunakan rumus berikut:

Modal Akhir = Modal Awal + Pendapatan – Semua Beban – Prive

                       = Rp45.000.000 + Rp15.000.000 – Rp10.500.000 – Rp2.000.000

                       = Rp47.500.000

Jadi, modal akhir bisnis laundry Riko adalah Rp47.500.000.

Contoh Soal Modal Akhir 2

Susan membuka bisnis fotokopi dengan rincian modal awal, sebagai berikut:

Investasi mesin dan perlengkapan lainnya = Rp30.000.000

Membeli bahan baku (kertas, tinta, dll) = Rp500.000

Operasional bulanan (karyawan dan tagihan) = Rp4.500.000

Pada bulan pertama menjalankan bisnis fotokopinya, Susan mendapat laba bersih sebesar Rp2.500.000. Di satu sisi ia juga sempat mengambil uang bisnisnya sebesar Rp1.000.000.

Dari kasus di atas, berapa modal akhir bisnis fotokopi Susan?

Penyelesaian:

Pada soal di atas belum diketahui berapa modal awal susan. Jadi, Anda harus menghitungnya dulu dengan rumus yang sudah dibahas tadi, yaitu:

Modal Awal = Modal Investasi + Modal Kerja + Modal Operasional

Maka dari itu jumlahkan semua modal yang dikeluarkan Susan untuk menjalankan bisnis fotokopinya.

Modal Awal = Rp30.000.000 + Rp500.000 + Rp4.500.000

                      = Rp35.000.000

Setelah mengetahui modal awal, masukkan ke rumus modal akhir. Berhubung Anda sudah tahu laba dan prive, maka rumusnya:

Modal Akhir = Modal Awal + (Laba – Prive)

                       = Rp35.000.000 + (2.500.000 – Rp1.000.000)

                       = Rp36.500.000

Hasil akhirnya, modal akhir bisnis fotokopi Susan adalah Rp36.500.000.

Contoh Soal Modal Akhir 3

Budi memulai bisnis makanan dengan modal awal Rp5.500.000. Akan tetapi, karena berbagai faktor bisnisnya justru mengalami kerugian di bulan pertama sebesar Rp700.000. 

Itu belum termasuk beban, di mana Budi harus membayar seorang karyawan dan tagihan-tagihan dengan total Rp2.000.000. Ditambah, Budi juga menggunakan sebagian uangnya untuk pribadi sebesar Rp300.000.

Dalam kondisi tersebut, berapa modal akhir bisnis makanan Budi?

Penyelesaian:

Anda mengetahui bahwa bisnis Budi rugi, tetapi sebelumnya cari rugi bersihnya terlebih dahulu. Caranya mengurangi rugi kotor dengan total beban biaya.

Rugi Bersih = -Rp700.000 – Rp2.000.000

                     = -Rp2.700.000

Jadi, rugi bersih keseluruhan bisnis Budi adalah Rp3.000.000

Kemudian masukkan rugi bersih tersebut ke rumus modal akhir jika bisnis mengalami kerugian, yaitu:

Modal Akhir = Modal Awal – Rugi – Prive

                       = Rp5.500.000 – Rp2.700.000 – Rp300.000

                       = Rp2.500.000

Modal akhir bisnis Budi setelah rugi adalah Rp2.500.000.

Mungkin Budi harus mengubah perencanaan bisnisnya dan menggunakan strategi marketing yang lebih baik.

Pentingnya Menghitung Modal Akhir

Mengapa sebuah bisnis harus mengetahui modal akhir? 

Intinya, laporan ini berguna memberi wawasan pendukung ketika Anda hendak melakukan analisis serta evaluasi finansial bisnis.

Dengan begitu, selanjutnya Anda dapat mencapai stabilitas bisnis yang lebih baik.

Di zaman sekarang, sebenarnya ada banyak solusi daripada harus menghitung secara manual.

Solusinya, gunakan aplikasi/software untuk mengotomatisasi laporan bisnis. Hanya dengan menginput alur kas, laporannya akan muncul secara real-time.

Penutup

Sekarang Anda telah mengetahui bagaimana rumus modal akhir serta cara menghitungnya. Namun, yang tidak kalah pentingnya adalah Anda juga menyadari bahwa laporan ini sangat diperlukan demi keberlangsungan bisnis.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

3 + 14 =