PROMO Terbatas! Nerbitin Berita untuk Branding di Media Nasional Indonesia Hanya 700 Ribu, Cek Disini

Likuiditas adalah: Pengertian, Fungsi dan Rumusnya

Jasa Press Release Media Nasional

🚀🚀🚀

Garansi terbit 100%, harga terjangkau, dan penerbitan cepat.

Likuiditas adalah istilah umum keuangan untuk menjelaskan tentang kondisi kas perusahaan.

Likuid atau tidaknya keuangan perusahaan sangat penting karena memungkinkan Anda memanfaatkan peluang.

Berikut kami jelaskan pengertiannya, fungsi, contoh, serta rumus mengukur rasionya.

Apa yang Dimaksud dengan Likuiditas?

Secara umum, likuiditas adalah kemudahan konversi aset dan sekuritas menjadi uang tunai dengan harga yang seharusnya.

Jika likuiditas perusahaan tinggi, berarti asetnya mudah cair dengan harga pasar. Sedangkan likuiditas rendah artinya aset perusahaan sulit diperdagangkan.

Adapun aset paling likuid tidak lain adalah uang. Saham dan obligasi juga tergolong sangat likuid, sedangkan yang lainnya kurang.

Anda dapat menganalisis rasionya untuk mengetahui seberapa likuid perusahaan.

likuiditas adalah

Pengertian Likuiditas Berdasarkan Jenisnya

Dalam ekonomi, likuiditas terbagi menjadi tiga jenis yaitu aset, pasar dan akuntansi. Berikut pengertiannya:

  1. Aset: mengacu pada apakah sebuah aset mudah cair menjadi uang.
  2. Pasar: kemudahan jual-beli aset yang tergantung pada kondisi pasar.
  3. Akuntansi: kemampuan perusahaan melunasi kewajiban keuangannya.

Selanjutnya, mari bahas mengapa likuiditas penting.

Apa Fungsi Likuiditas?

Berikut beberapa fungsi utama likuiditas bagi sebuah perusahaan:

  • Mengantisipasi apabila membutuhkan dana mendesak.
  • Mendukung operasional perusahaan agar bisa berjalan.
  • Memenuhi kewajiban perusahaan jangka pendek.
  • Menjadi pertimbangan investor ketika hendak berinvestasi.
  • Di perbankan, likuiditas memungkinkan nasabah mencairkan uang mereka.

Supaya lebih punya gambaran, coba lihat contoh di bawah ini.

Contoh Kasus Likuiditas

Contoh likuiditas adalah ketika Anda ingin membeli suatu kebutuhan mendesak tetapi tidak memegang uang tunai.

Katakanlah kebutuhan tersebut harganya Rp1.000.000.

Anda punya dua aset, yaitu tabungan Rp2.000.000 dan barang koleksi, juga seharga Rp2.000.000.

Tabungan menjadi contoh aset yang likuid karena bisa Anda tarik di ATM saat itu juga.

Sebenarnya bisa juga membayar dengan barang koleksi, tetapi harus menemukan pembelinya dulu. Ini memakan waktu, padahal kebutuhannya mendesak.

Apa lagi pasti ada kemungkinan pembelinya menawar di bawah harga pasar. Intinya, barang koleksi adalah contoh aset yang tidak likuid

Cara Mengukur Rasio Likuiditas

Kemampuan perusahaan memanfaatkan aset likuidnya untuk kewajiban jangka pendek diukur dengan analisis rasio. Caranya dengan membandingkan aset dengan kewajiban.

likuiditas adalah

Berikut penjelasan singkat tentang tiga jenis rasio serta rumusnya:

1. Rasio Lancar (Current)

Apakah perusahaan dapat melunasi kewajiban lancar dengan seluruh aset lancar yang likuid (aktiva) dihitung dengan rumus:

2. Rasio Cepat (Quick)

Aturannya adalah hanya memasukkan aset lancar yang paling likuid, tetapi tidak termasuk persediaan. Rumus rasio cepat:

3. Rasio Kas (Cash)

Di sini Anda harus melibatkan kas perusahaan dan aset setara kas (saham, investasi jangka pendek, dll), rumusnya:

Pentingnya Likuiditas Bagi Perusahaan

Perusahaan membutuhkan aset yang likuid demi menjaga kelancaran bisnisnya. Sebab, likuiditas adalah faktor penting guna membayar berbagai kewajiban jangka pendek. Ketika perusahaan mengalami yang krisis likuid artinya mereka berada di ambang kebangkrutan.

WhatsApp
Facebook
Twitter

Tinggalkan komentar

7 + 1 =