5 Contoh Indikator Brand Loyalty dan Faktor yang Memengaruhinya

Salah satu contoh indikator brand loyalty adalah tingkat kepuasan konsumen. Jika tidak berhasil membuat konsumen melakukan pembelian ulang, artinya konsumen belum puas.

Akan tetapi itu belum cukup untuk mengukur tingkat kesuksesan loyalitas merek. Dibutuhkan beberapa metrik lain supaya bisa melihatnya lebih jelas. Ini bukan hanya tentang rasa puas tetapi juga merebut kepercayaan konsumen.

Bagaimanapun, mengukur aspek-aspek ini penting guna mengidentifikasi persaingan dan mengevaluasi strategi Anda. Lebih lengkapnya, simak cara mengukur loyalitas merek berikut ini.

Contoh Indikator Brand Loyalty

Mengukur loyalitas merek memang sulit karena tidak ada indikator khusus yang dapat menunjukkannya. Di bawah ini adalah beberapa contoh indikator brand loyalty yang setidaknya dapat memberi Anda gambaran.

1. Kepuasan Konsumen

Tanpa tahu tingkat kepuasan konsumen, Anda tidak akan tahu apa yang membuat mereka mau membeli lagi dan lagi.

Sulit untuk memastikan sudah seberapa jauh brand loyalty yang Anda bangun, kecuali dengan bertanya langsung.

Ya, lemparkan survei kepada konsumen tentang seberapa puas mereka secara keseluruhan terhadap merek Anda.

Dengan mengukur tingkat kepuasan konsumen maka Anda jadi tahu apakah merek Anda sudah memenuhi harapan mereka atau belum.

Beberapa hal yang perlu ditanyakan misalnya apa yang membuat mereka nyaman, bagaimana kualitas layanan Anda dan lain-lain.

2. Kepercayaan Konsumen

Mengulang kalimat di awal artikel tadi, ini bukan hanya tentang kepuasan namun juga kepercayaan. Contoh indikator brand loyalty paling dekat misalnya, kenapa Anda tidak khawatir memberikan identitas pribadi kepada bank?

Jawabannya karena Anda percaya dengan mereka. 

Kepercayaan sangat krusial, sebab konsumen tidak akan loyal sampai mereka percaya bahwa merek Anda adalah pilihan terbaik.

Indikator kepercayaan umumnya diperlukan oleh brand yang berhubungan dengan hal-hal sensitif. Selain bank mungkin juga perusahaan farmasi atau produk kesehatan.

3. Kesadaran Merek

Brand awareness atau kesadaran merek memang menjadi pintu untuk mencapai tujuan pemasaran lain. Salah satunya adalah loyalitas terhadap merek.

Kalau orang tidak mengetahui keberadaan merek Anda, bagaimana mereka mau membeli dan jadi pelanggan setia? Masuk akal, bukan?

Jadi, penting juga untuk mengukur kesadaran merek dan mempertahankan itu. 

Dari indikator ini akan ketahuan siapa saja yang kenal dan tidak kenal dengan merek Anda. Setelah teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah meningkatkan brand awareness untuk mendapatkan lebih banyak konsumen setia.

Mengukur brand awareness lebih mudah dengan berbagai macam tools seperti Google Trends, Analytics, media sosial, dan lain-lain

4. Nilai Produk

contoh indikator brand loyalty

Nilai ujian bisa diukur dengan angka 1-100, namun Anda tidak bisa memberikan angka untuk mengukur nilai sebuah produk. 

Dalam suatu kasus konsumen membeli produk Anda secara berulang. Apakah itu berarti brand loyalty sukses? Belum tentu.

Bisa jadi penyebabnya hanya karena harga produk Anda murah. Artinya itu hanya sebatas loyalitas konsumen.

Indikator nilai ini adalah berdasarkan bagaimana konsumen memiliki ikatan khusus dengan merek.

Contoh indikator brand loyalty dari segi nilai produk misalnya mobil mewah. 

Anda pasti tahu Pajero Sport. Mobil ini harganya mahal, tetapi kenapa banyak peminatnya?

Produsennya, Mitsubishi, telah membangun basis konsumen loyal dengan memberi nilai tinggi pada Pajero Sport.

Mereka seolah menanamkan bahwa pemilik mobil ini adalah orang-orang sukses. 

5. Rasio Pembelian Ulang

contoh indikator brand loyalty

Loyalitas brand adalah ketika konsumen melakukan pembelian ulang. Lebih lengkapnya bisa Anda baca pada artikel sebelumnya tentang apa itu brand loyalty.

Walaupun ini belum tentu mengindikasikan loyalitas terhadap merek yang tinggi tetapi Anda tetap perlu mengetahuinya.

Rumus rasio pembelian ulang adalah sebagai berikut:

Pelanggan yang kembali : Pelanggan yang membeli satu kali

Rata-rata bisnis membuat kampanye iklan untuk mendapatkan konsumen baru. Padahal mencari tahu siapa saja pelanggan setia tak kalah penting.

Dengan mengetahui siapa saja mereka, Anda bisa menghemat biaya beriklan. Pasalnya kadang-kadang iklan hanya dilihat oleh orang yang akhirnya tidak membeli.

Untuk mencari tahu tingkat kepuasan, kepercayaan, dan nilai produk, survei adalah cara paling efektif. Sedangkan brand awareness dan rasio pembelian ulang dapat diukur menggunakan tools dan bantuan AI.

Hal-hal yang Memengaruhi Brand Loyalty

Loyalitas merek tidak dibangun dalam waktu semalam. Ada banyak faktor yang dapat memengaruhi orang sehingga mereka menjadi konsumen setia Anda.

1. Reputasi Merek

Reputasi positif memengaruhi loyalitas. Ketika konsumen selalu mendapat pengalaman positif, maka mereka akan merasa tidak perlu mengubah pilihan. 

Kepercayaan lalu tumbuh seiring dengan semakin seringnya mendapat pengalaman positif itu.

2. Kualitas Produk

Kualitas sangat berkaitan dengan nilai produk dan tidak melulu soal harga.

Ada merek yang menawarkan harga lebih murah demi meningkatkan penjualan. Akan tetapi itu tidak akan menciptakan loyalitas merek yang konsisten.

Kualitas memberi dampak lebih dari itu. Ini akan membuat merek Anda terlihat lebih baik dari yang lain.

Bahkan konsumen biasanya tidak keberatan membayar lebih mahal asal kualitas produknya oke.

3. Engagement Media Sosial

Faktor lain yang memengaruhi brand loyalty adalah engagement di media sosial.

Loyalitas dapat Anda bangun dari konten media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, atau TikTok lewat keterlibatan aktif. 

Konten yang mendapatkan banyak suka dan komentar bisa menumbuhkan rasa percaya dari konsumen.

4. Hubungan Emosional

Hubungan emosional tercipta karena konsumen merasa gembira atau terinspirasi oleh merek Anda.

Contoh sederhana Anda sering membagikan konten video lucu. Audiens suka dengan konten itu karena mereka bisa tertawa. Ujung-ujungnya, mereka follow akun Anda.

Berlaku juga untuk jenis konten inspiratif atau yang bikin terharu. Biasanya berbentuk storytelling dari pengalaman nyata seseorang. 

5. Tujuan Merek

Adidas pernah menjual sepatu dan jersey edisi spesial yang terbuat dari limbah laut.

Itu adalah contoh dari poin kelima ini. Ada tujuan lebih penting daripada sekadar penjualan. 

Apabila konsumen mendukung tujuan tersebut, maka mereka otomatis juga akan membeli produknya. 

Anda tidak harus selalu mengangkat isu-isu berat kok. Yang paling penting tujuannya jelas. 

Sampai di sini semoga Anda sudah mendapat gambaran tentang bagaimana sebuah loyalitas merek terbentuk. 

Jangan lupa juga untuk mengukur pertumbuhannya dengan berbagai indikator yang disebutkan di atas.

Ketahui Sampai Mana Level Loyalitas Brand Anda

Mencari tahu bagaimana konsumen memandang brand Anda sangatlah penting. Tujuannya untuk melihat sampai di mana level loyalitas merek Anda.Contoh indikator brand loyalty di atas kemudian dapat menentukan langkah selanjutnya. Bangun dan pertahankan loyalitas merek untuk merasakan manfaat jangka panjangnya.

Tinggalkan komentar

Join Afiliasi Publikasimedia.com

Komisi Hingga Rp5.000.000

Program afiliasi iklan media nasional Indonesia dengan komisi hingga Rp5.000.000, daftar gratis sekarang!